| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam sistem
pembayaran di Indonesia, salah satunya melalui penggunaan Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS). QRIS hadir sebagai sistem pembayaran digital yang
memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli secara lebih praktis dan efisien.
Namun, dalam kenyataannya tidak semua pelaku usaha, khususnya pedagang kecil,
memanfaatkan QRIS dalam kegiatan usahanya. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis peluang penggunaan dan pemanfaatan QRIS pada
pedagang di lingkungan Lapangan Pemda Sleman serta mengidentifikasi faktor-
faktor yang mempengaruhi peluang penggunaan dan pemanfaatan QRIS ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode wawancara
terhadap pedagang di lingkungan Lapangan Pemda Sleman. Model analisis yang
digunakan adalah Linear Probability Model (LPM) dan data primer yang berupa
wawancara langsung dengan pertanyaan-pertanyaan seputas QRIS dan alat
pembayaran digital yang diolah menggunakan Statistical Product and Service
Solutions (SPSS) 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan jumlah
alat pembayaran digital berpengaruh signifikan terhadap peluang penggunaan
QRIS. Sementara itu, variabel usia dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan
terhadap peluang penggunaan QRIS. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat
pendidikan dan akses terhadap alat pembayaran digital menjadi faktor penting
dalam mendorong penggunaan QRIS di kalangan pedagang sehingga diperlukan
peningkatan edukasi serta perluasan akses terhadap sistem pembayaran digital.
Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan QRIS oleh
pedagang tidak selalu dipengaruhi oleh usia maupun tingkat pendapatan pedagang. | en_US |