Show simple item record

dc.contributor.authorA.R, Muhammad Dendy
dc.date.accessioned2026-07-30T02:36:13Z
dc.date.available2026-07-30T02:36:13Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65179
dc.description.abstractKeamanan perempuan di ruang publik masih menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi digital yang responsif dan mudah digunakan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah belum optimalnya aplikasi keamanan yang mampu mengakomodasi perbedaan kebutuhan antara pengguna primer yang berada dalam kondisi darurat dan pengguna sekunder sebagai penerima notifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Prototype aplikasi keamanan perempuan bernama SERENA dengan pendekatan Design Thinking. Metode ini terdiri dari lima tahapan utama, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, yang berfokus pada pemahaman kebutuhan pengguna serta pengembangan solusi yang sesuai dengan konteks penggunaan. Pada tahap empathize, penelitian melibatkan 69 responden perempuan berusia 15–53 tahun untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengguna membutuhkan fitur utama berupa tombol SOS (Save Our Souls), pelacakan lokasi secara real-time, serta pengelolaan kontak darurat. Selain itu, pengguna juga mengharapkan desain antarmuka yang sederhana, intuitif, dan mudah digunakan, terutama dalam situasi darurat. Pada tahap prototype, dirancang Prototype dalam bentuk wireframe low-fidelity dan high- fidelity sebagai representasi awal aplikasi SERENA. Selanjutnya, pada tahap test, Prototype dievaluasi menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengukur kualitas pengalaman pengguna serta tingkat penerimaan teknologi. Hasil evaluasi UEQ menunjukkan bahwa seluruh aspek, baik pada pengguna primer maupun sekunder, berada pada kategori excellent, yang mengindikasikan bahwa desain yang dihasilkan mampu memberikan pengalaman pengguna yang sangat baik. Sementara itu, hasil analisis TAM menunjukkan adanya perbedaan faktor yang memengaruhi niat penggunaan pada kedua kelompok pengguna. Pada pengguna primer, perceived usefulness terbukti berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention, sedangkan pada pengguna sekunder, perceived ease of use menjadi faktor yang lebih dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa perancangan aplikasi SERENA telah mampu memenuhi kebutuhan pengguna serta menegaskan bahwa pendekatan desain tidak dapat disamaratakan antara pengguna primer dan sekunder. Pengguna primer membutuhkan desain yang menekankan kecepatan, kejelasan, dan kemudahan akses dalam kondisi darurat, sedangkan pengguna sekunder lebih membutuhkan kemudahan penggunaan dan kejelasan informasi dalam menerima notifikasi. Oleh karena itu, perancangan aplikasi keamanan perempuan perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik kedua jenis pengguna agar solusi yang dihasilkan lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan konteks penggunaan di dunia nyata.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectUEQen_US
dc.subjectTAMen_US
dc.subjectUser Interfaceen_US
dc.subjectUser Experienceen_US
dc.subjectAplikasi Keamanan Perempuanen_US
dc.titlePerancangan Prototype UI/UX Aplikasi Keamanan Perempuan Menggunakan Design Thinking dengan Evaluasi TAM dan UEQ pada Pengguna Primer dan Sekunderen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22523027


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record