Perancangan Prototype UI/UX Aplikasi Keamanan Perempuan Menggunakan Design Thinking dengan Evaluasi TAM dan UEQ pada Pengguna Primer dan Sekunder
Abstract
Keamanan perempuan di ruang publik masih menjadi isu penting yang memerlukan
perhatian serius, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi digital yang responsif
dan mudah digunakan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah belum optimalnya aplikasi
keamanan yang mampu mengakomodasi perbedaan kebutuhan antara pengguna primer yang
berada dalam kondisi darurat dan pengguna sekunder sebagai penerima notifikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang Prototype aplikasi keamanan perempuan
bernama SERENA dengan pendekatan Design Thinking. Metode ini terdiri dari lima tahapan
utama, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, yang berfokus pada pemahaman
kebutuhan pengguna serta pengembangan solusi yang sesuai dengan konteks penggunaan.
Pada tahap empathize, penelitian melibatkan 69 responden perempuan berusia 15–53 tahun
untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa
pengguna membutuhkan fitur utama berupa tombol SOS (Save Our Souls), pelacakan lokasi
secara real-time, serta pengelolaan kontak darurat. Selain itu, pengguna juga mengharapkan
desain antarmuka yang sederhana, intuitif, dan mudah digunakan, terutama dalam situasi
darurat.
Pada tahap prototype, dirancang Prototype dalam bentuk wireframe low-fidelity dan high-
fidelity sebagai representasi awal aplikasi SERENA. Selanjutnya, pada tahap test, Prototype
dievaluasi menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) dan Technology Acceptance
Model (TAM) untuk mengukur kualitas pengalaman pengguna serta tingkat penerimaan
teknologi.
Hasil evaluasi UEQ menunjukkan bahwa seluruh aspek, baik pada pengguna primer
maupun sekunder, berada pada kategori excellent, yang mengindikasikan bahwa desain yang
dihasilkan mampu memberikan pengalaman pengguna yang sangat baik. Sementara itu, hasil
analisis TAM menunjukkan adanya perbedaan faktor yang memengaruhi niat penggunaan pada
kedua kelompok pengguna. Pada pengguna primer, perceived usefulness terbukti berpengaruh
signifikan terhadap behavioral intention, sedangkan pada pengguna sekunder, perceived ease
of use menjadi faktor yang lebih dominan.
Temuan ini menunjukkan bahwa perancangan aplikasi SERENA telah mampu memenuhi
kebutuhan pengguna serta menegaskan bahwa pendekatan desain tidak dapat disamaratakan
antara pengguna primer dan sekunder. Pengguna primer membutuhkan desain yang
menekankan kecepatan, kejelasan, dan kemudahan akses dalam kondisi darurat, sedangkan
pengguna sekunder lebih membutuhkan kemudahan penggunaan dan kejelasan informasi
dalam menerima notifikasi. Oleh karena itu, perancangan aplikasi keamanan perempuan perlu
mempertimbangkan perbedaan karakteristik kedua jenis pengguna agar solusi yang dihasilkan
lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan konteks penggunaan di dunia nyata.
Collections
- Informatics Engineering [2730]
