Show simple item record

dc.contributor.authorSunarko, Beni
dc.date.accessioned2026-07-28T07:05:08Z
dc.date.available2026-07-28T07:05:08Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/65047
dc.description.abstractPerusahaan sering menemui kendala dalam pemenuhan permintaan. Kendala yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku untuk proses produksi karena permintaan bersifat fluktuatif. Sehingga kebijakan harus dilakukan dalam menentukan jumlah persediaan yang optimal. Persoalan yang dihadapi dalam manajemen persediaan adalah mengatur supaya biaya persediaan tidak meningkat, namun jangan sampai terjadi kekurangan persediaan (stock out) yang berakibat kehilangan kepercayaan pelanggan karena permintaan tidak terpenuhi. Tujuan penelitian adalah membandingkan model pengendalian persediaan yang dipergunakan oleh perusahaan dengan model kebijakan persediaan Two Bins System pada kondisi lost sales. Analisa kebijakan model adalah menentukan jumlah pesanan (Q) dan reoder point (r) yang dapat meminimalkan total biaya persediaan. Dari analisis dan perhitungan data diperoleh hasil bahwa model Two Bins System yang diajukan lebih baik dari kebijakan persediaan yang dipergunakan perusahaan. Model Two Bins System ini memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar 35% dan meningkatkan service level sebesar 8,8%. Penelitian dilakukan di PT. YPTI, yaitu perusahaan manaufaktur yang bergerak dalam bidang proses moulding dan memproduksi suku cadang mobil Toyota.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTwo Bins Sistemen_US
dc.subjectReorder Pointen_US
dc.subjectLost Salesen_US
dc.subjectService levelen_US
dc.titleSistem Persediaan Dua Bin pada Kondisi Kehilangan Penjualanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10522368


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record