Show simple item record

dc.contributor.authorArdiyanto, Abdul Mu’is
dc.date.accessioned2026-07-28T03:38:06Z
dc.date.available2026-07-28T03:38:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64990
dc.description.abstractLatar belakang: Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai pada remaja hingga dewasa muda dan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik topikal jangka panjang menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis bahan alam. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan acne patch berbasis ekstrak daun sirih dengan kombinasi biopolimer natrium alginat dan gom arab serta mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Metode: Formulasi acne patch dilakukan dengan metode solvent casting menggunakan tiga variasi rasio biopolimer natrium alginat:gom arab (3:0, 3:1, 3:2, dan 3:3) dengan penambahan ekstrak daun sirih 2%, plasticizer gliserin 5 gram, propilen glikol 5 mL, dan aquadest sampai 100 mL. Evaluasi sediaan meliputi organoleptik, ketebalan patch, keseragaman bobot, uji viskositas, uji pH, uji daya lekat, uji daya lipat, kadar kelembapan, tensil strength, FTIR (Fourier Transform Infrared), SEM (Scanning Electron Microscopy), serta uji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus menggunakan metode difusi cakram. Data hasil dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah (α < 0,05). Hasil: Seluruh formula acne patch memenuhi persyaratan fisik sediaan film. Variasi rasio natrium alginat dan gom arab berpengaruh signifikan terhadap viskositas, bobot, ketebalan, pH, dan kadar lembap (p < 0,05). Formula yang mengandung ekstrak daun sirih menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan matriks tanpa ekstrak tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuk ikatan kimia baru, sehingga ekstrak terdispersi secara fisik dalam matriks alginat-gom arab. Berdasarkan evaluasi komprehensif, Formula 2 menunjukkan karakteristik paling optimal dibandingkan formula lainnya. Kesimpulan: Formula 2 merupakan formula optimal karena memiliki keseimbangan sifat fisikokimia yang baik serta mampu mempertahankan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun sirih berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif antibakteri dalam sediaan acne patch.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAcne patchen_US
dc.subjectPiper betle L.en_US
dc.subjectNatrium Alginaten_US
dc.subjectGom Araben_US
dc.subjectAntibakterien_US
dc.titleFormulasi Dan Evaluasi Acne Patch Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L.) Berbasis Alginat-gom Arab Untuk Pencegahan Infeksi Jerawaten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613130


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record