Formulasi Dan Evaluasi Acne Patch Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L.) Berbasis Alginat-gom Arab Untuk Pencegahan Infeksi Jerawat
Abstract
Latar belakang: Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai
pada remaja hingga dewasa muda dan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk
kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penggunaan
antibiotik topikal jangka panjang menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan
alternatif terapi berbasis bahan alam. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui
mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi
sediaan acne patch berbasis ekstrak daun sirih dengan kombinasi biopolimer
natrium alginat dan gom arab serta mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap
Staphylococcus aureus.
Metode: Formulasi acne patch dilakukan dengan metode solvent casting
menggunakan tiga variasi rasio biopolimer natrium alginat:gom arab (3:0, 3:1, 3:2,
dan 3:3) dengan penambahan ekstrak daun sirih 2%, plasticizer gliserin 5 gram,
propilen glikol 5 mL, dan aquadest sampai 100 mL. Evaluasi sediaan meliputi
organoleptik, ketebalan patch, keseragaman bobot, uji viskositas, uji pH, uji daya
lekat, uji daya lipat, kadar kelembapan, tensil strength, FTIR (Fourier Transform
Infrared), SEM (Scanning Electron Microscopy), serta uji aktivitas antibakteri
terhadap S. aureus menggunakan metode difusi cakram. Data hasil dianalisis secara
statistik menggunakan uji ANOVA satu arah (α < 0,05).
Hasil: Seluruh formula acne patch memenuhi persyaratan fisik sediaan film.
Variasi rasio natrium alginat dan gom arab berpengaruh signifikan terhadap
viskositas, bobot, ketebalan, pH, dan kadar lembap (p < 0,05). Formula yang
mengandung ekstrak daun sirih menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus, sedangkan matriks tanpa ekstrak tidak menunjukkan
aktivitas antibakteri. Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuk ikatan kimia baru,
sehingga ekstrak terdispersi secara fisik dalam matriks alginat-gom arab.
Berdasarkan evaluasi komprehensif, Formula 2 menunjukkan karakteristik paling
optimal dibandingkan formula lainnya.
Kesimpulan: Formula 2 merupakan formula optimal karena memiliki
keseimbangan sifat fisikokimia yang baik serta mampu mempertahankan aktivitas
antibakteri. Ekstrak daun sirih berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif
antibakteri dalam sediaan acne patch.
Collections
- Pharmacy [2101]
