Show simple item record

dc.contributor.authorRamadhany, M Fadlan Ariq
dc.date.accessioned2026-07-27T05:55:56Z
dc.date.available2026-07-27T05:55:56Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64954
dc.description.abstractSimpang Empat Tungkak merupakan salah satu simpang bersinyal strategis di Kota Yogyakarta yang menghubungkan Jalan Taman Siswa, Jalan Menteri Supeno, Jalan Lowanu, dan Jalan Kolonel Sugiyono. Tingginya aktivitas kawasan di sekitar simpang menyebabkan peningkatan volume lalu lintas, panjang antrean, dan tundaan kendaraan yang berdampak pada menurunnya kinerja simpang serta meningkatnya konsumsi bahan bakar kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Simpang Empat Tungkak berdasarkan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, merumuskan alternatif perbaikan menggunakan simulasi mikroskopis PTV VISSIM, serta mengestimasi kerugian konsumsi bahan bakar akibat tundaan lalu lintas. Penelitian dilakukan melalui survei lalu lintas berupa volume kendaraan, panjang antrean, kecepatan kendaraan, hambatan samping, dan perilaku berkendara pada Simpang Empat Tungkak. Analisis kinerja simpang dilakukan menggunakan metode PKJI 2023 dengan parameter derajat kejenuhan, panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan simpang. Selanjutnya, kondisi lalu lintas dimodelkan menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM melalui proses kalibrasi dan validasi untuk mengevaluasi kondisi eksisting serta alternatif perbaikan simpang. Estimasi kerugian konsumsi bahan bakar dihitung menggunakan metode LAPI-ITB (1996) dan metode Lamsal (ATIS- India) 2013 berdasarkan nilai tundaan hasil analisis PKJI 2023 dan simulasi VISSIM. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting Simpang Empat Tungkak memiliki rata-rata derajat kejenuhan sebesar 1,44 dengan tundaan simpang sebesar 304,60 detik/kendaraan berdasarkan PKJI 2023 dan 136,98 detik/kendaraan berdasarkan simulasi VISSIM, sehingga termasuk tingkat pelayanan F. Estimasi biaya kerugian konsumsi bahan bakar pada kondisi eksisting berdasarkan metode LAPI-ITB sebesar Rp3.422.759/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan Rp1.741.722/jam untuk tundaan VISSIM, sedangkan berdasarkan metode Lamsal sebesar Rp1.635.034/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan Rp887.971/jam untuk tundaan VISSIM. Dari tiga alternatif perbaikan yang dianalisis, Alternatif 3 memberikan hasil terbaik dengan tundaan sebesar 188,14 detik/kendaraan berdasarkan PKJI 2023 dan 75,23 detik/kendaraan berdasarkan VISSIM. Setelah diterapkan Alternatif 3, biaya kerugian konsumsi bahan bakar berdasarkan metode LAPI- ITB menurun menjadi Rp2.337.952/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan Rp1.376.120/jam untuk tundaan VISSIM, sedangkan berdasarkan metode Lamsal menurun menjadi Rp1.182.528/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan Rp676.098/jam untuk tundaan VISSIM. Dengan demikian, Alternatif 3 dinilai sebagai solusi terbaik dalam meningkatkan kinerja Simpang Empat Tungkak dan mengurangi kerugian konsumsi bahan bakar akibat tundaan lalu lintas.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKonsumsi Bahan Bakaren_US
dc.subjectPKJI 2023en_US
dc.subjectPTV VISSIMen_US
dc.subjectSimpang Bersinyalen_US
dc.subjectTundaanen_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Dan Estimasi Konsumsi Bahan Bakar Pada Simpang Empat Tungkaken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511128


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record