Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Dan Estimasi Konsumsi Bahan Bakar Pada Simpang Empat Tungkak
Abstract
Simpang Empat Tungkak merupakan salah satu simpang bersinyal strategis di Kota
Yogyakarta yang menghubungkan Jalan Taman Siswa, Jalan Menteri Supeno, Jalan Lowanu, dan
Jalan Kolonel Sugiyono. Tingginya aktivitas kawasan di sekitar simpang menyebabkan peningkatan
volume lalu lintas, panjang antrean, dan tundaan kendaraan yang berdampak pada menurunnya
kinerja simpang serta meningkatnya konsumsi bahan bakar kendaraan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi kinerja Simpang Empat Tungkak berdasarkan metode Pedoman Kapasitas Jalan
Indonesia (PKJI) 2023, merumuskan alternatif perbaikan menggunakan simulasi mikroskopis PTV
VISSIM, serta mengestimasi kerugian konsumsi bahan bakar akibat tundaan lalu lintas.
Penelitian dilakukan melalui survei lalu lintas berupa volume kendaraan, panjang antrean,
kecepatan kendaraan, hambatan samping, dan perilaku berkendara pada Simpang Empat Tungkak.
Analisis kinerja simpang dilakukan menggunakan metode PKJI 2023 dengan parameter derajat
kejenuhan, panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan simpang. Selanjutnya, kondisi lalu
lintas dimodelkan menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM melalui proses kalibrasi dan validasi
untuk mengevaluasi kondisi eksisting serta alternatif perbaikan simpang. Estimasi kerugian
konsumsi bahan bakar dihitung menggunakan metode LAPI-ITB (1996) dan metode Lamsal (ATIS-
India) 2013 berdasarkan nilai tundaan hasil analisis PKJI 2023 dan simulasi VISSIM.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting Simpang Empat Tungkak memiliki
rata-rata derajat kejenuhan sebesar 1,44 dengan tundaan simpang sebesar 304,60 detik/kendaraan
berdasarkan PKJI 2023 dan 136,98 detik/kendaraan berdasarkan simulasi VISSIM, sehingga
termasuk tingkat pelayanan F. Estimasi biaya kerugian konsumsi bahan bakar pada kondisi eksisting
berdasarkan metode LAPI-ITB sebesar Rp3.422.759/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan
Rp1.741.722/jam untuk tundaan VISSIM, sedangkan berdasarkan metode Lamsal sebesar
Rp1.635.034/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan Rp887.971/jam untuk tundaan VISSIM. Dari tiga
alternatif perbaikan yang dianalisis, Alternatif 3 memberikan hasil terbaik dengan tundaan sebesar
188,14 detik/kendaraan berdasarkan PKJI 2023 dan 75,23 detik/kendaraan berdasarkan VISSIM.
Setelah diterapkan Alternatif 3, biaya kerugian konsumsi bahan bakar berdasarkan metode LAPI-
ITB menurun menjadi Rp2.337.952/jam untuk tundaan PKJI 2023 dan Rp1.376.120/jam untuk
tundaan VISSIM, sedangkan berdasarkan metode Lamsal menurun menjadi Rp1.182.528/jam untuk
tundaan PKJI 2023 dan Rp676.098/jam untuk tundaan VISSIM. Dengan demikian, Alternatif 3
dinilai sebagai solusi terbaik dalam meningkatkan kinerja Simpang Empat Tungkak dan mengurangi
kerugian konsumsi bahan bakar akibat tundaan lalu lintas.
Collections
- Civil Engineering [4889]
