Show simple item record

dc.contributor.authorYohanda, Sabilla Putri
dc.date.accessioned2026-07-27T04:50:49Z
dc.date.available2026-07-27T04:50:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64949
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pelaksanaan informed consent dalam pelayanan kesehatan, khususnya terhadap pasien pengidap HIV/AIDS yang rentan mengalami diskriminasi dan pelanggaran hak. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi informed consent dalam pelayanan medis bagi pasien HIV/AIDS serta mengidentifikasi perlindungan hukumnya serta kendala penerapannya di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen. Rumusan masalah mencakup tentang bagaimana implementasi informed consent dalam pelayanan kesehatan terhadap padien dengan HIV/AIDS, serta mencakup bagaimana perlindungan hukum bagi pasien dan tenaga kesehatan, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui studi dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informed consent belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai ketentuan normatif, namun masih berorientasi administratif. Selain itu, keterbatasan komunikasi, pemahaman pasien, dan sensitivitas terhadap kondisi HIV/AIDS menyebabkan informed consent belum sepenuhnya menjamin hak otonomi dan hak atas informasi pasien. Oleh karena itu, diperlukan penguatan substansi informed consent dan peningkatan kualitas pelayanan tenaga kesehatan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHIV/AIDSen_US
dc.subjectInformed Consenten_US
dc.subjectPelayanan Kesehatanen_US
dc.titleImplementasi Informed Consent dalam Pelayanan Medis bagi Pasien Pengidap HIV/AIDS di Rsud Dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410533


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record