Show simple item record

dc.contributor.authorJayamurti, Fathan Baskara
dc.date.accessioned2026-07-27T01:50:27Z
dc.date.available2026-07-27T01:50:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64910
dc.description.abstractMikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang menjadi salah satu pencemar utama di lingkungan perkotaan. Keberadaan mikroplastik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Code tidak hanya dipengaruhi oleh sumber pencemar terpusat (point source), tetapi juga oleh sumber pencemar tidak terpusat (non-point source) yang berasal dari aktivitas perkotaan dan terbawa melalui limpasan permukaan (runoff). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan, karakteristik, dan tingkat pencemaran mikroplastik sebagai indikator pencemar non-point source di DAS Sungai Code segmen Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan pada 15 titik yang mewakili kawasan permukiman dan jalan raya dengan kedalaman tanah 0–10 cm. Analisis laboratorium dilakukan melalui proses pengeringan, destruksi bahan organik menggunakan H2O2 30%, pemisahan massa jenis menggunakan larutan ZnCl2, penyaringan dengan kertas saring, serta identifikasi menggunakan mikroskop dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh titik sampel dengan nilai kelimpahan berkisar antara 9,06–20,01 partikel/gram. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada titik J13 sebesar 20,01 partikel/gram, sedangkan terendah pada titik P4 sebesar 9,06 partikel/gram. Rata-rata kelimpahan mikroplastik pada kawasan jalan raya lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman. Mikroplastik didominasi oleh bentuk fragment dan fiber dengan warna dominan hitam yang mengindikasikan pengaruh aktivitas transportasi dan domestik. Ukuran mikroplastik yang ditemukan berkisar antara 0,01–3,84 mm. Hasil identifikasi FTIR menunjukkan adanya beberapa jenis polimer plastik yang berasal dari aktivitas domestik dan penggunaan plastik sehari-hari. Nilai Indeks Pencemaran Mikroplastik menunjukkan bahwa beberapa lokasi telah mengalami tingkat pencemaran kategori sedang hingga tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa runoff perkotaan berperan penting dalam distribusi dan akumulasi mikroplastik sebagai pencemar non-point source di DAS Sungai Code.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDAS Codeen_US
dc.subjectFTIRen_US
dc.subjectMikroplastiken_US
dc.subjectNon-point Sourceen_US
dc.subjectrunoffen_US
dc.subjecttanah permukiman dan jalan rayaen_US
dc.subjectCMPIen_US
dc.titleAnalisis Karakteristik Mikroplastik Sebagai Potensi Pencemar Non-point Source di Daerah Aliran Sungai Code Segmen Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513128


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record