| dc.description.abstract | Perkembangan e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam
beberapa tahun terakhir, dengan Shopee dan Tokopedia sebagai dua platform yang paling
dominan digunakan. Kondisi ini mendorong meningkatnya persaingan antarplatform digital
dalam menarik dan mempertahankan pengguna, sehingga usabilitas menjadi faktor penting
yang memengaruhi keterlibatan dan kenyamanan pengguna. Namun, sebagian besar penelitian
usabilitas masih cenderung menggunakan pendekatan metode tunggal. Selain itu, kajian yang
menghubungkan persepsi usabilitas pengguna dengan efisiensi interaksi perilaku secara aktual
juga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan usabilitas website Shopee
dan Tokopedia melalui integrasi pendekatan subjektif menggunakan USE Questionnaire dan
pendekatan objektif menggunakan teknologi eye-tracking. Penelitian ini menggunakan desain
within-subject dengan melibatkan 39 responden yang diminta menyelesaikan tiga skenario
tugas, yaitu pencarian produk, penggunaan filter, dan penambahan produk ke keranjang, sambil
dilakukan perekaman data menggunakan eye-tracking. Setelah menyelesaikan tugas,
responden mengisi USE Questionnaire untuk mengukur persepsi usabilitas. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik (Wilcoxon Signed-Rank Test)
serta analisis deskriptif metrik eye-tracking berbasis AOI. Hasil penelitian mengindikasikan
kecenderungan bahwa berdasarkan persepsi subjektif (USE Questionnaire), kedua platform
berada pada kategori "Baik" dengan skor keseluruhan masing-masing sebesar 78,6% untuk
Shopee dan 77,4% untuk Tokopedia. Namun, analisis eye-tracking mengungkap adanya
perbedaan pola perhatian visual yang bergantung pada jenis tugas, terutama pada aktivitas
pencarian. Temuan ini menunjukkan bahwa kesamaan persepsi usabilitas tidak selalu
mencerminkan efisiensi interaksi pengguna secara aktual. Penelitian ini mengusulkan
pendekatan evaluasi terintegrasi yang menggabungkan data persepsi pengguna dan perilaku
visual, serta menegaskan adanya perbedaan antara apa yang dirasakan pengguna dan
bagaimana mereka benar-benar berinteraksi. Secara praktis, hasil ini menekankan pentingnya
perbaikan pada hierarki visual dan navigasi antarmuka dalam desain website e-commerce. | en_US |