Hubungan antara Efikasi Guru dengan Stres Mengajar
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri guru terhadap stres mengajar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara efikasi guru terhadap stres mengajar. Semakin tinggi tingkat efikasi yang dimiliki seseorang guru, semakin rendah tingkat stres yang dimilikinya. Sebaliknya semakin rendah tingkat efikasi yang dimiliki oleh seseorang guru, semakin tinggi tingkat stres yang dimilikinya. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta. Adapun skala yang digunakan adalah skala efikasi guru yang diadaptasi dari alat ukur Albert Bandura, Bandura’s Instrument: Teacher Self Efficacy Scale dan skala stres mengajar yang diadaptasi dari Clark (1980) yaitu Teacher Occupational Stress Factor Questionnaire. Skala efikasi guru berjumlah 30 aitem dan skala stres mengajar berjumlah 27 aitem. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 11.0 for Windows, untuk menguji apakah terdapat hubungan antara efikasi guru dengan stres mengajar. Korelasi tata jenjang Spearman menunjukkan korelasi sebesar r = -0,389 dengan p = 0,021 (p < 0,01) yang berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara efikasi guru dengan stres mengajar. Jadi hipotesis penelitian diterima.
Collections
- Psychology [1337]
