Analisis Pengaruh Rasio CAMELS terhadap Kinerja Keuangan Bank (Studi Kasus pada Bank Persero dan Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di BEI Periode 2005–2010)
Abstract
Rasio CAMELS (Capital, Assets, Management, Earnings, Liquidity, Sensitivity) adalah rasio yang sering digunakan sebagai tolak ukur dalam pengukuran kinerja bank. Suatu bank dapat dikatakan sehat apabila bank tersebut dapat memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral. Dalam melakukan penelitian ini, objek yang penulis analisis yaitu seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar (listed) di BEI dengan kriteria bank menerbitkan laporan keuangan selama lima tahun, yaitu tahun 2005-2010, serta laporan keuangan harus mempunyai tahun buku yang berakhir 31 Desember dan telah diaudit. sumber datanya berasal dari Indonesian Capital Market Directory, JSX Monthly Statistic, JSX Quarter Statistic dan Fax Book. Penelitian ini menggunakan model analisis koefisien regresi berganda berdasarkan pada model kuarat terkecil biasa OLS (Ordinary Least Square) untuk menganalisis pengaruh CAR, NPL, NPM, ROA, LDR, dan IRR terhadap kinerja keuangan (Y) dalam hal ini pertumbuhan laba. Berdasarkan perhitungan dan analisis dengan menggunakan rasio CAMELS yang sudah dilakukan penulis, dapat diambil kesimpulan bahwa hanya rasio CAR (Capital) dan rasio ROA (Earnings) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan bank. Dengan kata lain semakin besar kedua rasio tersebut maka semakin tinggi pertumbuhan laba. Sedangkan rasio NPL,NPM,LDR,IRR (Assets, Management, Liquidity, Sensitivity) tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank. Sehingga semakin tinggi atau rendah rasio tersebut tidak mempengaruhi pertumbuhan laba bank.
Collections
- Accounting [5262]
