| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan Sistem Pengendalian Internal (SPI)
pada bidang akuntansi di sebuah perusahaan BUMN sektor logistik dan pelayaran, khususnya
terkait pengelolaan aset tetap dan pengujian penurunan nilai aset (impairment) berdasarkan
kerangka COSO. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengelolaan aset dan
pengendalian internal perusahaan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan Sistem Pengendalian
Internal berdasarkan kerangka COSO, namun implementasinya belum berjalan optimal.
Kelemahan utama ditemukan pada komponen aktivitas pengendalian dan penilaian risiko,
serta didukung oleh kelemahan pada aspek komunikasi informasi dan pemantauan,
khususnya dalam proses penilaian impairment aset tetap. Perusahaan belum memiliki
pedoman dan prosedur yang mengatur secara rinci mengenai proses impairment aset tetap
sehingga penilaian masih sangat bergantung pada judgement masing-masing pihak. Selain
itu, risiko impairment belum dimasukkan ke dalam risk register dan belum didukung oleh
mekanisme early warning system untuk mendeteksi potensi penurunan nilai aset sejak dini.
Keterbatasan data pendukung, koordinasi antar unit kerja yang belum optimal, serta
kompetensi sumber daya manusia yang belum sepenuhnya sesuai juga mempengaruhi
efektivitas pengendalian internal. Kondisi tersebut menyebabkan munculnya selisih
signifikan antara laporan keuangan unaudited dan audited tahun 2024 akibat koreksi
impairment aset tetap oleh auditor eksternal.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Pengendalian
Internal pada perusahaan belum sepenuhnya efektif dalam mendukung keandalan pelaporan
keuangan, khususnya terkait pengelolaan aset tetap dan pengujian impairment aset. Oleh
karena itu, perusahaan perlu memperkuat pengendalian internal melalui penyusunan prosedur
impairment yang lebih rinci, penguatan manajemen risiko, peningkatan kompetensi sumber
daya manusia, serta optimalisasi penerapan Internal Control over Financial Reporting
(ICOFR). | en_US |