Show simple item record

dc.contributor.authorAulia, Saphira Ashya
dc.date.accessioned2026-07-20T04:04:38Z
dc.date.available2026-07-20T04:04:38Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64600
dc.description.abstractCampuran Stone Matrix Asphalt (SMA) terus dikembangkan melalui pemanfaatan material alternatif, salah satunya filler limbah Fly Ash (FA) batu bara, untuk meningkatkan kinerja campuran sekaligus mendukung keberlanjutan. Namun, penelitian Prasetya (2024) menunjukkan bahwa penggunaan metode pencampuran konvensional menyebabkan penurunan kinerja campuran pada setiap variasi kadar FA. Kondisi tersebut diduga akibat distribusi aspal terhadap agregat dan filler yang kurang merata sehingga ikatan antar material menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode pencampuran, seperti metode dua tahap dan tiga tahap, untuk meningkatkan homogenitas campuran dan menghasilkan kinerja perkerasan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai metode pencampuran terhadap karakteristik dan umur layan perkerasan SMA berfiller FA batu bara. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Pembuatan benda uji hanya dilakukan menggunakan metode pencampuran dua tahap dan tiga tahap, sedangkan metode konvensional mengacu pada penelitian Prasetya (2024). Kadar filler FA yang digunakan sebesar 50%. Pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja campuran terdiri dari MS, IRS, ITS, TSR, DD, dan CL, serta analisis stiffness modulus dan perkiraan umur layan perkerasan menggunakan software KENPAVE berbasis pemodelan viskoelastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran SMA dengan metode pencampuran tiga tahap mampu memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan metode dua tahap maupun konvensional. Hal ini terbukti dari kemampuan metode tiga tahap yang menghasilkan distribusi aspal dan agregat yang lebih merata, sehingga ikatan adhesi, stabilitas, serta ketahanan campuran terhadap air dan suhu menjadi lebih baik. Kondisi tersebut juga membuat umur layan perkerasan dengan metode tiga tahap lebih tinggi dibandingkan metode lainnya, dengan jenis kerusakan awal berupa permanent deformation.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFly Ashen_US
dc.subjectMetode Pencampuran Tiga Tahapen_US
dc.subjectStone Matrix Asphalten_US
dc.subjectUmur Layanen_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Berbagai Metode Pencampuran Terhadap Karakteristik dan Umur Layan Perkerasan Stone Matrix Asphalt (SMA) Berfiller Fly Ash Batu Baraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22511223


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record