• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran Tokoh Adat Sebagai Mediator dalam Tradisi Tepung Tawar Pada Upacara Pernikahan Perspektif Hukum Islam (Studi di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir)

    Thumbnail
    View/Open
    21421062.pdf (4.108Mb)
    Date
    2026
    Author
    Rofiqi, Muhammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pernikahan dalam masyarakat Melayu tidak hanya dimaknai sebagai ikatan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai peristiwa adat yang mengandung nilai sosial, budaya, dan religius. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan dalam upacara pernikahan adat Melayu di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, adalah tradisi tepung tawar. Tradisi ini berfungsi sebagai simbol doa, restu, dan harapan keselamatan bagi pasangan pengantin. Dalam pelaksanaannya, tokoh adat memiliki peran penting sebagai mediator yang menjembatani kepentingan keluarga, masyarakat, serta nilai adat dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh adat sebagai mediator dalam tradisi tepung tawar serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip- prinsip hukum Islam, khususnya terkait tauhid dan larangan syirik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, observasi langsung, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat berperan sebagai pengatur prosesi adat, penengah dalam perbedaan pendapat antar keluarga, serta penjaga agar tradisi tepung tawar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tradisi tepung tawar dipahami sebagai bentuk doa dan simbol sosial, bukan ritual mistik. Dalam perspektif hukum Islam, tradisi ini termasuk ‘urf shahih yang dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Penelitian ini menegaskan bahwa adat dan agama dapat berjalan seiring secara harmonis.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64433
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV