Reaksi Pasar Modal Syariah terhadap Trilogi Kebijakan Ekonomi 2025 : Studi Peristiwa pada Saham Konstituen Jakarta Islamic Index 70 (JII70)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal syariah terhadap
Trilogi Kebijakan Ekonomi Tahun 2025 di Indonesia, yang meliputi kebijakan
efisiensi anggaran belanja birokrasi, operasionalisasi Badan Pengelola Danantara,
serta implementasi suntikan likuiditas sebesar Rp200 triliun kepada perbankan
Himbara. Pendekatan yang digunakan adalah event study dengan menganalisis
setiap kebijakan sebagai peristiwa terpisah (single event) pada saham-saham yang
tergabung dalam Jakarta Islamic Index 70 (JII70). Variabel penelitian meliputi
Average Abnormal Return (AAR), Cumulative Abnormal Return (CAR), dan
Trading Volume Activity (TVA). Pengujian dilakukan menggunakan dua jendela
peristiwa, yaitu 5 hari dan 10 hari. Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak
terdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis menggunakan uji non-
parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kebijakan efisiensi anggaran tidak menimbulkan reaksi signifikan terhadap AAR,
CAR, maupun TVA pada seluruh jendela peristiwa. Sementara itu,
operasionalisasi Danantara menunjukkan adanya reaksi pasar yang bersifat
tertunda (delayed reaction), di mana AAR, CAR, dan TVA baru signifikan pada
jendela 10 hari. Adapun kebijakan suntikan likuiditas tidak berpengaruh signifikan
terhadap AAR dan CAR, namun berpengaruh signifikan terhadap TVA pada
jendela 10 hari. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar modal syariah lebih
responsif terhadap kebijakan yang bersifat struktural dibandingkan kebijakan
administratif maupun moneter. Selain itu, karakteristik emiten syariah yang
memiliki tingkat leverage rendah menyebabkan transmisi kebijakan berbasis
likuiditas menjadi kurang efektif dalam memengaruhi return saham.
Collections
- Islamic Economics [1180]
