| dc.description.abstract | Latar Belakang: Angka kematian secara global akibat NAFLD sekitar 15-20 dari
1.000 orang pertahunnya. Dikarenakan pengobatan farmakologis untuk NAFLD
belum ada yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration atau FDA. Maka
yang dapat dilakukan saat ini hanya sebatas pencegahan melalui modifikasi gaya
hidup seperti diet rendah lemak serta mengkonsumsi tanaman herbal, seperti
rimpang kunyit dan jintan hitam.
Tujuan Penelitian: Mengetahui apakah pemberian kombinasi kurkumin dan jintan
hitam (Nigella Sativa) memiliki efek dalam mencegah terjadinya steatosis pada
tikus (Rattus Norvegicus) yang diinduksi hiperlipidemia dibandingkan tidak
kombinasi.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental
laboratorium menggunakan randomized post-test control group design yang
dilakukan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi kurkumin dan jintan hitam
(Nigella Sativa) terhadap tingkat steatosis Rattus norvegicus pasca induksi
hiperlipidemia dibanding tidak kombinasi.
Hasil: Pada uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk Test data kami
menunjukkan tidak terdistribusi normal. Pada uji homogenitas menggunakan One
Way ANOVA persebaran data tidak homogen, maka oleh karena itu uji statistik
dilanjut menggunakan Kruskal-Wallis. Hasil dari uji Kruskal-Wallis menunjukkan
nilai p yang signifikan p=0,041 (p<0,05). Hal ini berarti, secara statistik terdapat
pengaruh perlakuan terhadap tingkat keparahan steatosis antar kelompok
perlakuan. Karena nilai p<0,05 maka dilanjut dengan uji post hoc Mann Whitney U
test dan didapatkan kelompok P2 kurkumin dengan P4 kombinasi nilai P=0,350
(p>0,05) yang berarti tidak bermakna, serta kelompok P3 jintan hitam dengan P4
kombinasi nilai P=0,222 (p>0,05) yang berarti tidak bermakna.
Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan berpengaruh
terhadap tingkat keparahan steatosis tetapi tidak bermakna jika bandingan antara
kombinasi dan tidak kombinasi. | en_US |