| dc.description.abstract | Perusahaan Electronics Manufacturing merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
produksi komponen elektronik. Dalam proses produksinya, masih ditemukan permasalahan
kualitas berupa defect Broken/Scratch LED pada line DBR. Berdasarkan data produksi selama
periode pengamatan, jumlah defect yang terjadi meskipun relatif kecil tetap menjadi perhatian
karena dapat mempengaruhi kualitas produk serta berpotensi menimbulkan kerugian akibat
rework. Selain itu, ketidakstabilan proses juga terlihat dari fluktuasi nilai sigma dan adanya
variasi proses yang belum terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab
terjadinya defect serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas proses
produksi. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define,
Measure, Analyze, Improve, Control) serta penerapan konsep Poka Yoke sebagai solusi
perbaikan. Pada tahap Measure, dilakukan perhitungan DPMO dan nilai sigma untuk
mengetahui kapabilitas proses. Tahap Analyze dilakukan menggunakan diagram Pareto dan
fishbone untuk mengidentifikasi penyebab utama defect. Hasil analisis menunjukkan bahwa
faktor mekanikal, khususnya pergeseran posisi rear panel dan tidak adanya mekanisme
pengunci pada jig, menjadi penyebab dominan terjadinya defect. Pada tahap Improve,
diusulkan perancangan jig berbasis Poka Yoke dengan penambahan pin positioning untuk
menjaga kestabilan posisi komponen selama proses assembly. Berdasarkan hasil benchmarking
terhadap line lain yang telah menggunakan konsep serupa, diperoleh potensi penurunan cycle
time dari 3,51 menit menjadi 2,46 menit atau sekitar 29,9%. Selain itu, perbaikan yang
diusulkan secara konseptual mampu mengurangi potensi defect yang disebabkan oleh faktor
mekanikal. Dengan demikian, usulan perbaikan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
proses serta kualitas produk secara keseluruhan. | en_US |