Show simple item record

dc.contributor.authorAzaki, Maula
dc.date.accessioned2026-07-14T02:39:04Z
dc.date.available2026-07-14T02:39:04Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64384
dc.description.abstractLatar belakang: Kemampuan kognitif anak merupakan aspek penting dalam perkembangan yang mencerminkan kemampuan berpikir, menalar, dan memecahkan masalah. Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor antropometri dan prenatal. Gangguan pertumbuhan seperti stunting, underweight, serta kondisi prenatal yang tidak optimal, seperti berat badan lahir rendah dan prematuritas, diketahui berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif anak. Di Indonesia, tingginya prevalensi stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat dan berpotensi berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan bukti ilmiah yang komprehensif mengenai hubungan faktor antropometri dan prenatal dengan fungsi kognitif anak usia dini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan mengacu pada pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, EBSCO, DOAJ, ProQuest, dan ResearchGate untuk artikel yang diterbitkan pada periode 2015–2025. Kriteria inklusi meliputi studi observasional dan eksperimental dengan subjek anak usia 0–5 tahun yang meneliti faktor antropometri, faktor prenatal, dan fungsi kognitif anak. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis, diikuti dengan ekstraksi dan sintesis data secara deskriptif. Hasil: Dari total 2622 artikel yang teridentifikasi, sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa stunting merupakan faktor antropometri yang paling konsisten berhubungan dengan rendahnya fungsi kognitif anak. Selain itu, faktor prenatal seperti berat badan lahir rendah dan prematuritas juga secara umum dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan kognitif. Namun, kekuatan hubungan tersebut bervariasi antar penelitian dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, status sosial ekonomi, serta kualitas stimulasi dan pengasuhan pascakelahiran. Simpulan: Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor antropometri dan faktor prenatal memiliki peran penting terhadap perkembangan fungsi kognitif anak usia dini. Gangguan pertumbuhan kronis dan kondisi prenatal berisiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keterlambatan kognitif, meskipun dampaknya dapat dimodifikasi oleh lingkungan dan intervensi dini. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, peningkatan kesehatan dan gizi ibu selama kehamilan, serta pemberian intervensi gizi dan stimulasi sejak dini untuk mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePengaruh Faktor Antropometri Terhadap Fungsi Kognitif Pada Anak: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711134


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record