Pengaruh Faktor Antropometri Terhadap Fungsi Kognitif Pada Anak: A Scoping Review
Abstract
Latar belakang: Kemampuan kognitif anak merupakan aspek penting dalam
perkembangan yang mencerminkan kemampuan berpikir, menalar, dan
memecahkan masalah. Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh berbagai faktor,
di antaranya faktor antropometri dan prenatal. Gangguan pertumbuhan seperti
stunting, underweight, serta kondisi prenatal yang tidak optimal, seperti berat
badan lahir rendah dan prematuritas, diketahui berhubungan dengan penurunan
fungsi kognitif anak. Di Indonesia, tingginya prevalensi stunting masih menjadi
tantangan kesehatan masyarakat dan berpotensi berdampak jangka panjang
terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan
bukti ilmiah yang komprehensif mengenai hubungan faktor antropometri dan
prenatal dengan fungsi kognitif anak usia dini.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan mengacu
pada pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan PRISMA-ScR. Pencarian literatur
dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, EBSCO,
DOAJ, ProQuest, dan ResearchGate untuk artikel yang diterbitkan pada periode
2015–2025. Kriteria inklusi meliputi studi observasional dan eksperimental dengan
subjek anak usia 0–5 tahun yang meneliti faktor antropometri, faktor prenatal, dan
fungsi kognitif anak. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis, diikuti
dengan ekstraksi dan sintesis data secara deskriptif.
Hasil: Dari total 2622 artikel yang teridentifikasi, sebanyak enam artikel memenuhi
kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa stunting
merupakan faktor antropometri yang paling konsisten berhubungan dengan
rendahnya fungsi kognitif anak. Selain itu, faktor prenatal seperti berat badan lahir
rendah dan prematuritas juga secara umum dikaitkan dengan keterlambatan
perkembangan kognitif. Namun, kekuatan hubungan tersebut bervariasi antar
penelitian dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, status sosial ekonomi, serta
kualitas stimulasi dan pengasuhan pascakelahiran.
Simpulan: Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor antropometri dan faktor
prenatal memiliki peran penting terhadap perkembangan fungsi kognitif anak usia
dini. Gangguan pertumbuhan kronis dan kondisi prenatal berisiko dapat
meningkatkan kemungkinan terjadinya keterlambatan kognitif, meskipun
dampaknya dapat dimodifikasi oleh lingkungan dan intervensi dini. Temuan ini
menegaskan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, peningkatan kesehatan
dan gizi ibu selama kehamilan, serta pemberian intervensi gizi dan stimulasi sejak
dini untuk mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.
Collections
- Medical Education [2958]
