| dc.description.abstract | Pasca pandemi Covid-19, sektor perbankan menghadapi tantangan
dalam memulihkan kinerja keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi, serta
tekanan inflasi yang mempengaruhi stabilitas profitabilitas bank. Kondisi
tersebut menuntut perbankan untuk mengelola berbagai risiko yang dapat
memengaruhi Return on Assets (ROA). Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar, dan risiko
operasional terhadap kinerja keuangan perbankan yang diproksikan dengan
Return on Assets (ROA) dengan inflasi sebagai variabel moderasi pada
perbankan umum konvensional periode 2022–2024. Sampel penelitian terdiri
dari 37 perusahaan perbankan yang dipilih menggunakan purposive sampling
dengan total 111 data observasi. Analisis data menggunakan regresi data
panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) serta Moderate
Regression Analysis (MRA) untuk menguji variabel moderasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif tidak
signifikan terhadap ROA, risiko likuiditas dan risiko pasar berpengaruh
positif tidak signifikan terhadap ROA, sedangkan risiko operasional
berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Inflasi tidak mampu
memoderasi pengaruh risiko kredit dan risiko likuiditas terhadap ROA,
namun mampu memperlemah pengaruh risiko pasar serta memperkuat
pengaruh risiko operasional terhadap ROA. | en_US |