Pengaruh Self-reward, Literasi Keuangan Syariah dan Eksposur Media Sosial Terhadap Impulsive Buying dengan Self-control Sebagai Variabel Mediasi
Abstract
Perkembangan media sosial dan budaya konsumsi digital mendorong
meningkatnya perilaku impulsive buying pada mahasiswa, khususnya generasi Z.
Fenomena ini semakin kompleks dengan adanya praktik self-reward yang sering
dimaknai sebagai pembenaran konsumsi, serta kesenjangan antara pemahaman
literasi keuangan syariah dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-reward, literasi keuangan
syariah, dan eksposur media sosial terhadap impulsive buying, serta menguji peran
self-control sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode SEM-PLS (SmartPLS 4.0). Data dikumpulkan melalui
kuesioner pada mahasiswa Ekonomi Islam di beberapa universitas di Yogyakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-reward berpengaruh positif dan
signifikan terhadap impulsive buying. Sebaliknya, literasi keuangan syariah dan
eksposur media sosial tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Selain itu,
self-control tidak terbukti memediasi hubungan antara variabel independen dan
impulsive buying, meskipun literasi keuangan syariah terbukti meningkatkan self-
control secara signifikan. Kesimpulannya, impulsive buying lebih dipengaruhi oleh
faktor psikologis internal berupa self-reward dibandingkan faktor pengetahuan atau
paparan eksternal. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman
dan perilaku konsumsi mahasiswa dalam konteks ekonomi Islam.
Collections
- Islamic Economics [1180]
