Show simple item record

dc.contributor.authorMurdani, Agung
dc.date.accessioned2026-07-10T03:53:50Z
dc.date.available2026-07-10T03:53:50Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64272
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih besarnya kontribusi swadaya masyarakat dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Gunungkidul serta belum optimalnya pemanfaatan material lokal sebagai alternatif efisiensi biaya konstruksi. Walaupun jumlah RTLH menunjukkan tren penurunan dari 25.840 unit pada tahun 2016 menjadi 16.335 unit pada tahun 2024, efektivitas pembiayaan program masih menghadapi tantangan, terutama terkait tingginya beban biaya tambahan yang harus ditanggung oleh masyarakat penerima bantuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat efisiensi pengurangan beban swadaya melalui penggunaan material lokal batuan dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), sekaligus merumuskan model kebijakan optimalisasi program yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pendekatan penelitian ini mengunakan kuantitatif dengan metode simulasi evaluatif yang membandingkan dua kondisi, yaitu penggunaan material konvensional dan material lokal. Unit analisis terdiri dari 122 Decision Making Units (DMU) berupa rumah penerima program RTLH tahun 2024. Variabel input yang digunakan meliputi biaya material konstruksi, biaya tenaga kerja, dan kontribusi swadaya masyarakat, sedangkan variabel output mencakup luas bangunan yang direhabilitasi serta penyerapan tenaga kerja lokal. Pengukuran efisiensi dilakukan menggunakan model DEA CCR berorientasi input untuk mengidentifikasi tingkat efisiensi teknis dan peluang penghematan input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi teknis berada pada rentang 0,276–1,000 dengan rata-rata sebesar 0,649, yang mengindikasikan adanya peluang pengurangan input sebesar 35,1% tanpa memengaruhi capaian output. Jumlah DMU yang mencapai efisiensi penuh meningkat dari 11 menjadi 12 unit pada skenario material lokal. Analisis slack mengungkapkan bahwa variabel swadaya masyarakat merupakan sumber utama inefisiensi, dengan total slack meningkat dari Rp161,59 juta menjadi Rp743,49 juta. Selain itu, rata-rata potensi penurunan beban swadaya meningkat dari 35,91% menjadi 45,46%, dengan nilai maksimum mencapai 87,05%. Penggunaan material lokal juga terbukti mampu menekan biaya material hingga Rp 7.418.685 perunit serta meningkatkan fleksibilitas struktur pembiayaan program.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEfisiensien_US
dc.subjectRTLHen_US
dc.subjectMaterial Lokalen_US
dc.subjectData Envelopment Analysis (DEA)en_US
dc.subjectGunungkidulen_US
dc.titleAnalisis Efisiensi Pengurangan Beban Swadaya Masyarakat dalam Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Hunien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22918010


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record