• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Economic and Finance
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Economic and Finance
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Efisiensi Pengurangan Beban Swadaya Masyarakat dalam Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

    Thumbnail
    View/Open
    22918010.pdf (3.415Mb)
    Date
    2026
    Author
    Murdani, Agung
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih besarnya kontribusi swadaya masyarakat dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Gunungkidul serta belum optimalnya pemanfaatan material lokal sebagai alternatif efisiensi biaya konstruksi. Walaupun jumlah RTLH menunjukkan tren penurunan dari 25.840 unit pada tahun 2016 menjadi 16.335 unit pada tahun 2024, efektivitas pembiayaan program masih menghadapi tantangan, terutama terkait tingginya beban biaya tambahan yang harus ditanggung oleh masyarakat penerima bantuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat efisiensi pengurangan beban swadaya melalui penggunaan material lokal batuan dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), sekaligus merumuskan model kebijakan optimalisasi program yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pendekatan penelitian ini mengunakan kuantitatif dengan metode simulasi evaluatif yang membandingkan dua kondisi, yaitu penggunaan material konvensional dan material lokal. Unit analisis terdiri dari 122 Decision Making Units (DMU) berupa rumah penerima program RTLH tahun 2024. Variabel input yang digunakan meliputi biaya material konstruksi, biaya tenaga kerja, dan kontribusi swadaya masyarakat, sedangkan variabel output mencakup luas bangunan yang direhabilitasi serta penyerapan tenaga kerja lokal. Pengukuran efisiensi dilakukan menggunakan model DEA CCR berorientasi input untuk mengidentifikasi tingkat efisiensi teknis dan peluang penghematan input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi teknis berada pada rentang 0,276–1,000 dengan rata-rata sebesar 0,649, yang mengindikasikan adanya peluang pengurangan input sebesar 35,1% tanpa memengaruhi capaian output. Jumlah DMU yang mencapai efisiensi penuh meningkat dari 11 menjadi 12 unit pada skenario material lokal. Analisis slack mengungkapkan bahwa variabel swadaya masyarakat merupakan sumber utama inefisiensi, dengan total slack meningkat dari Rp161,59 juta menjadi Rp743,49 juta. Selain itu, rata-rata potensi penurunan beban swadaya meningkat dari 35,91% menjadi 45,46%, dengan nilai maksimum mencapai 87,05%. Penggunaan material lokal juga terbukti mampu menekan biaya material hingga Rp 7.418.685 perunit serta meningkatkan fleksibilitas struktur pembiayaan program.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64272
    Collections
    • Master of Economic and Finance [161]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV