| dc.description.abstract | Selama ini, klasifikasi status sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia masih
sebatas pada dua kategori, yaitu miskin dan tidak miskin. Dengan adanya
fenomena penurunan kelas menengah di Indonesia, penting untuk memperhatikan
kelompok ini karena peranannya yang cukup signifikan. D.I. Yogyakarta, dengan
permasalahan kemiskinan serta ketimpangan yang tidak kunjung terselesaikan,
memungkinkan lebih terdampaknya daerah ini dari fenomena tersebut. Oleh
karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait analisis pada faktor penentu status
sosial ekonomi penduduk D.I. Yogyakarta menggunakan regresi logistik
multinomial. Penelitian ini menggunakan kategorisasi status sosial ekonomi oleh
Bank Dunia, yaitu miskin, rentan miskin, menuju kelas menengah, kelas
menengah, dan kelas atas. Data pada penelitian ini merupakan data sekunder yang
bersumber dari Susenas Maret 2023 dengan 12 variabel independen yang
digunakan. Pemodelan dilakukan menggunakan regresi logistik multinomial
karena metode ini dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh dari variabel-
variabel independen, baik berupa variabel independen kontinu maupun kategorik,
terhadap variabel dependen kategorik yang memiliki kategori lebih dari 2
kategori. Analisis regresi logistik multinomial ini menghasilkan 4 model, yaitu
model kategori miskin, rentan miskin, kelas menengah, dan kelas atas dengan
kategori menuju kelas menengah sebagai baseline. Faktor penentu pada model
kategori miskin, rentan miskin, dan kelas menengah, yaitu usia, jenis kelamin,
pendidikan tertinggi KRT, status perkawinan, status pekerjaan, klasifikasi daerah
tempat tinggal, status migrasi, kepemilikan tabungan, kepemilikan jaminan
kesehatan, banyaknya anggota rumah tangga, status kepemilikan bangunan tempat
tinggal, status rumah layak huni, interaksi antara variabel jenis kelamin dengan
variabel pendidikan tertinggi, dan interaksi antara variabel klasifikasi daerah
dengan status migrasi pada semua level, sedangkan pada model kelas atas variabel
status pekerjaan level tidak bekerja, status perkawinan level cerai mati, dan
interaksi level variabel perempuan berpendidikan SMA/MA sederajat tidak
berpengaruh secara signifikan. | en_US |