Show simple item record

dc.contributor.authorAnandita, Adipati Rangga
dc.date.accessioned2026-07-09T06:51:14Z
dc.date.available2026-07-09T06:51:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64233
dc.description.abstractFenomena Intimate Wedding menjadi salah satu bentuk perubahan tren pernikahan di kalangan Generasi Z yang menekankan kesederhanaan, keintiman, dan efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik, faktor pendorong, serta dampak sosial dari Intimate Wedding di KUA Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, serta kesesuaiannya dengan teori konsumsi simbolik Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Intimate Wedding diwujudkan melalui pelaksanaan pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, konsep sederhana, serta penekanan pada nilai keintiman dan efisiensi. Faktor pendorong meliputi rasionalitas ekonomi, perubahan gaya hidup Generasi Z, serta pengaruh media sosial, sedangkan dampak sosial mencakup munculnya dinamika antara nilai tradisional masyarakat yang kolektif dengan nilai modern yang lebih privat. Secara umum, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dari kemewahan menuju kesederhanaan yang bersifat simbolik, di mana Intimate Wedding tidak hanya menjadi bentuk efisiensi, tetapi juga representasi identitas sosial dan gaya hidup generasi muda dalam masyarakat kontemporer.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIntimate Weddingen_US
dc.subjectGenerasi Zen_US
dc.subjectDampak Sosialen_US
dc.subjectKonsumsi Simboliken_US
dc.titleDampak Sosial Intimate Wedding bagi Generasi Z (Studi Kasus di KUA Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21421072


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record