Dampak Sosial Intimate Wedding bagi Generasi Z (Studi Kasus di KUA Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda)
Abstract
Fenomena Intimate Wedding menjadi salah satu bentuk perubahan tren
pernikahan di kalangan Generasi Z yang menekankan kesederhanaan, keintiman,
dan efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik, faktor
pendorong, serta dampak sosial dari Intimate Wedding di KUA Kecamatan
Sambutan, Kota Samarinda, serta kesesuaiannya dengan teori konsumsi simbolik
Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Intimate Wedding
diwujudkan melalui pelaksanaan pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, konsep
sederhana, serta penekanan pada nilai keintiman dan efisiensi. Faktor pendorong
meliputi rasionalitas ekonomi, perubahan gaya hidup Generasi Z, serta pengaruh
media sosial, sedangkan dampak sosial mencakup munculnya dinamika antara
nilai tradisional masyarakat yang kolektif dengan nilai modern yang lebih privat.
Secara umum, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dari
kemewahan menuju kesederhanaan yang bersifat simbolik, di mana Intimate
Wedding tidak hanya menjadi bentuk efisiensi, tetapi juga representasi identitas
sosial dan gaya hidup generasi muda dalam masyarakat kontemporer.
Collections
- Islamic Law [996]
