| dc.description.abstract | Pembelajaran membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bagian penting dalam
Pendidikan Agama Islam, terutama untuk anak sekolah dasar. Pada jenjang ini,
anak berada ditahap tumbuh kembang yang sangat baik untuk dapat menerima dan
mengingat berbagai pembelajaran, termasuk juga kemampuan membaca Al-
Qur’an. Oleh karena itu, maka dibutuhkan sinergitas antara guru agama dan orang
tua agar pembinaan membaca Al-Qur’an berjalan dengan baik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui: 1) sinergitas antara orang tua dan guru agama dalam
pembinaan membaca Al-Qur’an di SDIT Insantama Banjar. 2)faktor pendukung
dan juga penghambat sinergitas antara orang tua dan guru agama dalam pembinaan
membaca Al-Qur’an di SDIT Insantama Banjar.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini
adalah guru agama yang mana di Insantama sendiri guru Qiro’ati pasti merupakan
guru agama dan juga orang tua peserta didik di SDIT Insantama Banjar. Objek
penelitian ini adalah sinergitas antara orang tua dan guru agama dalam
meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an. Teknik yang digunakan untuk
menentukan subjek penelitian adalah purposive sampling, pemilihan informan
berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap dapat memberikan informasi yang
relevan dengan penelitian, dengan jumlah informan 7 orang. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sinergitas antara orang tua dan guru
agama dalam pembinaan membaca Al-Qur’an di SDIT Insantama Banjar tapi
belum maksimal karena beberapa faktor. Sinergitas ini terlihat dari adanya
komunikasi antara orang tua dengan guru agama, penyampaian dan pemantauan
perkembangan peserta didik, pemberian arahan guru kepada orang tua, keterlibatan
orang tua dalam pembelajaran di rumah, keterlibatan orang tua dalam kegiatan
sekolah, pemanfaatan sistem dan teknologi juga program parenting dan pembinaan
orang tua. Faktor yang mendukung sinergitas tersebut antara lain komunikasi antara
orang tua dan guru, pembiasaan belajar di rumah, program pembelajaran yang
terstruktur, keterlibatan orang tua dalam pembelajaran di rumah, dukungan fasilitas
dan kebijakan sekolah serta motivasi guru dan orang tua. Adapun faktor yang
menghambat yaitu keterbatasan waktu dan kesibukan orang tua, keterbatasan
kemampuan orang tua, motivasi dan fokus anak yang rendah serta keterbatasan
sumber daya sekolah. | en_US |