| dc.contributor.author | Wildani, Rifaiz | |
| dc.contributor.author | Anggia Rini, Johanita | |
| dc.contributor.author | Fauziah, Isyrin Yus | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-07T04:47:18Z | |
| dc.date.available | 2026-07-07T04:47:18Z | |
| dc.date.issued | 2024-09-01 | |
| dc.identifier.issn | 2964-8483 | |
| dc.identifier.uri | http://hdl.handle.net/123456789/64167 | |
| dc.description.abstract | Pengembangan teknologi dan inovasi dalam desain bangunan modern
menekankan pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah
yang penting adalah pemanfaatan pencahayaan alami untuk menghemat energi.
Pencahayaan merupakan faktor utama dalam lingkungan kerja yang dapat
meningkatkan kinerja dan keselamatan kerja. Kenyamanan visual tercapai dengan
standar pencahayaan dan penataan ruang yang tepat, yang juga dapat mengurangi
konsumsi energi listrik hingga 20%. Penelitian ini akan mengevaluasi pencahayaan alami
yang ada di dalam menara Brilian BRI. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis data yang diperoleh dari observasi dan
studi literatur. Sedangkan metode mengevaluasinya menggunakan software dialux untuk
mensimulasikan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Data yang dihasilkan
kemudian dibandingkan dan divalidasi dengan aplikasi SPSS dan diketahui bahwa
penggunaan secondary skin horizontal dan vertikal pada menara Brilian BRI ini mampu
mempengaruhi cahaya yang masuk ke dalam ruangan daripada bangunan yang tidak
menggunakan secondary skin. Namun dari semua tipe secondary skin yang diuji, yang
paling efektif adalah tipe horizontal dengan lebar 50 dimana 6 titik sudah memenuhi
standart pencahayaan alami yang berkisar antara 300-500 lux sedangkan 4 titik lainnya
hampir mendekati standart sehingga secondary skin tipe ini dapat dikatakan efektif
untuk mengurangi cahaya yang masuk secara berlebihan ke dalam ruangan | en_US |
| dc.language.iso | other | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.relation.ispartofseries | SAKAPARI 14;Vol 7, Nomor 2, September 2024 | |
| dc.subject | Dialux | en_US |
| dc.subject | Pencahayaan Alami | en_US |
| dc.subject | Secondary Skin | en_US |
| dc.subject | Simulasi | en_US |
| dc.title | PERBEDAAN PENERAPAN SECONDARY SKIN ACP TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI DALAM BANGUNAN MENARA BRILIAN BRI | en_US |
| dc.title.alternative | Studi Kasus : Menara Brilian BRI | en_US |
| dc.type | Article | en_US |