• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 14
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 14
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERBEDAAN PENERAPAN SECONDARY SKIN ACP TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI DALAM BANGUNAN MENARA BRILIAN BRI

    Thumbnail
    View/Open
    10. PERBEDAAN PENERAPAN SECONDARY SKIN ACP TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI DALAM BANGUNAN MENARA BRILIAN BRI (Studi Kasus Menara Brilian BRI).pdf (767.0Kb)
    Date
    2024-09-01
    Author
    Wildani, Rifaiz
    Anggia Rini, Johanita
    Fauziah, Isyrin Yus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengembangan teknologi dan inovasi dalam desain bangunan modern menekankan pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah yang penting adalah pemanfaatan pencahayaan alami untuk menghemat energi. Pencahayaan merupakan faktor utama dalam lingkungan kerja yang dapat meningkatkan kinerja dan keselamatan kerja. Kenyamanan visual tercapai dengan standar pencahayaan dan penataan ruang yang tepat, yang juga dapat mengurangi konsumsi energi listrik hingga 20%. Penelitian ini akan mengevaluasi pencahayaan alami yang ada di dalam menara Brilian BRI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis data yang diperoleh dari observasi dan studi literatur. Sedangkan metode mengevaluasinya menggunakan software dialux untuk mensimulasikan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Data yang dihasilkan kemudian dibandingkan dan divalidasi dengan aplikasi SPSS dan diketahui bahwa penggunaan secondary skin horizontal dan vertikal pada menara Brilian BRI ini mampu mempengaruhi cahaya yang masuk ke dalam ruangan daripada bangunan yang tidak menggunakan secondary skin. Namun dari semua tipe secondary skin yang diuji, yang paling efektif adalah tipe horizontal dengan lebar 50 dimana 6 titik sudah memenuhi standart pencahayaan alami yang berkisar antara 300-500 lux sedangkan 4 titik lainnya hampir mendekati standart sehingga secondary skin tipe ini dapat dikatakan efektif untuk mengurangi cahaya yang masuk secara berlebihan ke dalam ruangan
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/64167
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 14 [28]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV