| dc.description.abstract | Latar belakang: Pasien PPOK rawat inap, khususnya lansia dengan polifarmasi,
berisiko tinggi mengalami ROTD yang memengaruhi efektivitas terapi. Evaluasi
profil pasien, pengobatan, efektivitas, dan ROTD penting untuk memastikan terapi
yang aman dan optimal.
Tujuan: Mengetahui profil pasien dan pengobatan, serta mengidentifikasi faktor
yang memengaruhi efektivitas dan ROTD pada pasien PPOK rawat inap.
Metode: Penelitian potong lintang retrospektif dengan teknik consecutive sampling
menggunakan data rekam medis pasien PPOK rawat inap tahun 2025. Efektivitas
terapi dinilai dari perbaikan kondisi klinis, sedangkan ROTD diidentifikasi dari
kejadian klinis setelah penggunaan obat. Analisis meliputi uji univariat, bivariat
(Chi-Square/Fisher’s), dan multivariat (regresi logistik).
Hasil: Pasien didominasi laki-laki usia ≥60 tahun dengan polifarmasi. Terapi
didominasi kombinasi bronkodilator, kortikosteroid, mukolitik, dan antibiotik
dengan rute intravena. Efektivitas terapi mencapai 93,15%. Jumlah komorbid dan
jumlah obat PPOK berhubungan dengan efektivitas, dengan jumlah obat sebagai
faktor dominan (p=0,032; OR=4,890). ROTD terbanyak disebabkan oleh
metilprednisolon (53,23%). Usia dan lama rawat inap berhubungan signifikan
dengan ROTD, dengan usia (p=0,031; OR=3,220) dan jumlah obat PPOK
(p=0,038; OR=3,893) sebagai faktor dominan.
Kesimpulan: Efektivitas terapi PPOK rawat inap dipengaruhi jumlah obat PPOK,
dengan dominasi penggunaan terapi kombinasi. ROTD terbanyak disebabkan
metilprednisolon berupa hipertensi dan insomnia, sedangkan usia serta jumlah obat
PPOK menjadi faktor dominan terhadap ROTD. | en_US |