• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Efektivitas dan Reaksi Obat yang Tidak dikehendaki Pada Pengobatan Pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rawat Inap di Rumah Sakit Tipe C

    Thumbnail
    View/Open
    22613025.pdf (4.691Mb)
    Date
    2026
    Author
    Raihana, Alya Ulfah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Pasien PPOK rawat inap, khususnya lansia dengan polifarmasi, berisiko tinggi mengalami ROTD yang memengaruhi efektivitas terapi. Evaluasi profil pasien, pengobatan, efektivitas, dan ROTD penting untuk memastikan terapi yang aman dan optimal. Tujuan: Mengetahui profil pasien dan pengobatan, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas dan ROTD pada pasien PPOK rawat inap. Metode: Penelitian potong lintang retrospektif dengan teknik consecutive sampling menggunakan data rekam medis pasien PPOK rawat inap tahun 2025. Efektivitas terapi dinilai dari perbaikan kondisi klinis, sedangkan ROTD diidentifikasi dari kejadian klinis setelah penggunaan obat. Analisis meliputi uji univariat, bivariat (Chi-Square/Fisher’s), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Pasien didominasi laki-laki usia ≥60 tahun dengan polifarmasi. Terapi didominasi kombinasi bronkodilator, kortikosteroid, mukolitik, dan antibiotik dengan rute intravena. Efektivitas terapi mencapai 93,15%. Jumlah komorbid dan jumlah obat PPOK berhubungan dengan efektivitas, dengan jumlah obat sebagai faktor dominan (p=0,032; OR=4,890). ROTD terbanyak disebabkan oleh metilprednisolon (53,23%). Usia dan lama rawat inap berhubungan signifikan dengan ROTD, dengan usia (p=0,031; OR=3,220) dan jumlah obat PPOK (p=0,038; OR=3,893) sebagai faktor dominan. Kesimpulan: Efektivitas terapi PPOK rawat inap dipengaruhi jumlah obat PPOK, dengan dominasi penggunaan terapi kombinasi. ROTD terbanyak disebabkan metilprednisolon berupa hipertensi dan insomnia, sedangkan usia serta jumlah obat PPOK menjadi faktor dominan terhadap ROTD.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64138
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV