Show simple item record

dc.contributor.authorPratiwi, Rahmadania Kusuma
dc.date.accessioned2026-07-06T06:32:41Z
dc.date.available2026-07-06T06:32:41Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64132
dc.description.abstractLatar belakang: PPOK menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada pasien rawat inap yang umumnya memiliki komorbiditas serta menjalani polifarmasi, sehingga berisiko mengalami DRP. Intervensi apoteker klinis berperan dalam mengoptimalkan terapi dan meningkatkan outcome pasien, dengan keberhasilannya dipengaruhi oleh tingkat penerimaan tenaga medis terhadap rekomendasi yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pasien, pola penggunaan obat, bentuk intervensi apoteker, serta respon tenaga medis terhadap intervensi apoteker pada pasien PPOK rawat inap di Rumah Sakit Akademik UGM periode tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross- sectional dan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien PPOK rawat inap. Subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang dikumpulkan meliputi profil pasien, pola penggunaan obat, intervensi apoteker, serta status penerimaan intervensi yang ditelusuri melalui Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 255 pasien dianalisis, dengan mayoritas berusia ≥60 tahun (86,27%), berjenis kelamin laki-laki (70,20%), dan memiliki komorbiditas (98,04%). Intervensi apoteker didominasi edukasi pasien (81,30%), diikuti pemantauan efek samping (11,45%) dan interaksi obat (2,29%). Sebagian besar intervensi telah diimplementasikan dengan tingkat penerimaan yang baik, meskipun dokumentasi masih terbatas. Kesimpulan: Pasien PPOK rawat inap didominasi usia lanjut, laki-laki, dengan komorbiditas tinggi, serta lama rawat inap ≥6 hari. Terapi umumnya telah sesuai panduan, meskipun masih ditemukan ketidaksesuaian pada kortikosteroid inhalasi. Intervensi apoteker terutama berupa edukasi pasien cukup dominan dan diterima dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan dalam aspek dokumentasi intervensi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIntervensi Apotekeren_US
dc.subjectPPOKen_US
dc.subjectPasien Rawat Inapen_US
dc.subjectRespon Intervensien_US
dc.subjectRumah Sakiten_US
dc.titleIntervensi Apoteker pada Pasien Rawat Inap dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit Akademik Ugmen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613027


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record