• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Intervensi Apoteker pada Pasien Rawat Inap dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit Akademik Ugm

    Thumbnail
    View/Open
    22613027.pdf (1.497Mb)
    Date
    2026
    Author
    Pratiwi, Rahmadania Kusuma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: PPOK menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada pasien rawat inap yang umumnya memiliki komorbiditas serta menjalani polifarmasi, sehingga berisiko mengalami DRP. Intervensi apoteker klinis berperan dalam mengoptimalkan terapi dan meningkatkan outcome pasien, dengan keberhasilannya dipengaruhi oleh tingkat penerimaan tenaga medis terhadap rekomendasi yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pasien, pola penggunaan obat, bentuk intervensi apoteker, serta respon tenaga medis terhadap intervensi apoteker pada pasien PPOK rawat inap di Rumah Sakit Akademik UGM periode tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross- sectional dan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien PPOK rawat inap. Subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang dikumpulkan meliputi profil pasien, pola penggunaan obat, intervensi apoteker, serta status penerimaan intervensi yang ditelusuri melalui Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 255 pasien dianalisis, dengan mayoritas berusia ≥60 tahun (86,27%), berjenis kelamin laki-laki (70,20%), dan memiliki komorbiditas (98,04%). Intervensi apoteker didominasi edukasi pasien (81,30%), diikuti pemantauan efek samping (11,45%) dan interaksi obat (2,29%). Sebagian besar intervensi telah diimplementasikan dengan tingkat penerimaan yang baik, meskipun dokumentasi masih terbatas. Kesimpulan: Pasien PPOK rawat inap didominasi usia lanjut, laki-laki, dengan komorbiditas tinggi, serta lama rawat inap ≥6 hari. Terapi umumnya telah sesuai panduan, meskipun masih ditemukan ketidaksesuaian pada kortikosteroid inhalasi. Intervensi apoteker terutama berupa edukasi pasien cukup dominan dan diterima dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan dalam aspek dokumentasi intervensi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64132
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV