Show simple item record

dc.contributor.authorPrabowo, Saffanah Faza Tsaniya
dc.date.accessioned2026-07-06T03:54:28Z
dc.date.available2026-07-06T03:54:28Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64117
dc.description.abstractPengelolaan persediaan obat merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas pelayanan di rumah sakit, khususnya dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien. Ketidaksesuaian antara perencanaan dan pemakaian aktual obat sering menyebabkan ketidakseimbangan persediaan ̧ sehingga diperlukan pengendalian persediaan yang lebih sistematis. Permasalahan tersebut juga terjadi Rumah Sakit Duta Mulya Majenang, terutama pada obat generik oral dengan tingkat penggunaan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokan obat berdasarkan nilai investasi tahunan menggunakan metode klasifikasi ABC serta menentukan jumlah pemesanan optimal pada kelompok obat prioritas menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang didukung oleh perhitungan Safety Stock (SS) dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 192 jenis obat generik oral, kategori A memiliki persentase kumulatif nilai investasi sebesar 79,76% dengan jumlah 25,52% (49 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp919.464.221. Kategori B memiliki persentase kumulatif sebesar 14,6% dengan jumlah 23,96% (46 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp175.068.649. Sementara itu, kategori C memiliki persentase kumulatif sebesar 4,9% dengan jumlah 50,52% (97 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp58.257.620. Pada obat kategori A dilakukan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap jenis obat memiliki jumlah pemesanan optimal dan frekuensi pemesanan yang berbeda sesuai tingkat kebutuhannya. Sebagai contoh, obat Atorvastatin 20 mg memiliki nilai EOQ sebesar 654 tablet dengan frekuensi pemesanan sebanyak 17 kali per tahun atau sekitar setiap 22 hari sekali. Selain itu, diperoleh nilai Safety Stock sebesar 127 tablet dan Reorder Point sebesar 190 tablet. Total biaya persediaan (TIC) seluruh obat kategori A berdasarkan hasil perhitungan EOQ sebesar Rp7.650.873,56 per tahun. Dengan demikian, penerapan metode ABC, EOQ, SS, ROP, dan TIC dapat membantu rumah sakit dalam menentukan prioritas pengendalian persediaan serta jumlah pemesanan obat yang lebih ekonomis dan terukur.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPersediaan Obaten_US
dc.subjectABCen_US
dc.subjectEOQen_US
dc.subjectReorder Pointen_US
dc.subjectSafety Stocken_US
dc.titlePengendalian Persediaan Obat di Farmasi Rumah Sakit Menggunakan Klasifikasi ABC dan Economic Order Quantityen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522013


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record