| dc.description.abstract | Pengelolaan persediaan obat merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas pelayanan di
rumah sakit, khususnya dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien. Ketidaksesuaian antara
perencanaan dan pemakaian aktual obat sering menyebabkan ketidakseimbangan persediaan ̧
sehingga diperlukan pengendalian persediaan yang lebih sistematis. Permasalahan tersebut juga
terjadi Rumah Sakit Duta Mulya Majenang, terutama pada obat generik oral dengan tingkat
penggunaan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokan obat berdasarkan
nilai investasi tahunan menggunakan metode klasifikasi ABC serta menentukan jumlah
pemesanan optimal pada kelompok obat prioritas menggunakan metode Economic Order
Quantity (EOQ) yang didukung oleh perhitungan Safety Stock (SS) dan Reorder Point (ROP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 192 jenis obat generik oral, kategori A memiliki
persentase kumulatif nilai investasi sebesar 79,76% dengan jumlah 25,52% (49 jenis obat) dan
nilai investasi sebesar Rp919.464.221. Kategori B memiliki persentase kumulatif sebesar
14,6% dengan jumlah 23,96% (46 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp175.068.649.
Sementara itu, kategori C memiliki persentase kumulatif sebesar 4,9% dengan jumlah 50,52%
(97 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp58.257.620. Pada obat kategori A dilakukan
perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), Reorder Point (ROP), dan
Total Inventory Cost (TIC). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap jenis obat memiliki
jumlah pemesanan optimal dan frekuensi pemesanan yang berbeda sesuai tingkat kebutuhannya.
Sebagai contoh, obat Atorvastatin 20 mg memiliki nilai EOQ sebesar 654 tablet dengan
frekuensi pemesanan sebanyak 17 kali per tahun atau sekitar setiap 22 hari sekali. Selain itu,
diperoleh nilai Safety Stock sebesar 127 tablet dan Reorder Point sebesar 190 tablet. Total biaya
persediaan (TIC) seluruh obat kategori A berdasarkan hasil perhitungan EOQ sebesar
Rp7.650.873,56 per tahun. Dengan demikian, penerapan metode ABC, EOQ, SS, ROP, dan
TIC dapat membantu rumah sakit dalam menentukan prioritas pengendalian persediaan serta
jumlah pemesanan obat yang lebih ekonomis dan terukur. | en_US |