• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengendalian Persediaan Obat di Farmasi Rumah Sakit Menggunakan Klasifikasi ABC dan Economic Order Quantity

    Thumbnail
    View/Open
    22522013.pdf (2.817Mb)
    Date
    2026
    Author
    Prabowo, Saffanah Faza Tsaniya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengelolaan persediaan obat merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas pelayanan di rumah sakit, khususnya dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien. Ketidaksesuaian antara perencanaan dan pemakaian aktual obat sering menyebabkan ketidakseimbangan persediaan ̧ sehingga diperlukan pengendalian persediaan yang lebih sistematis. Permasalahan tersebut juga terjadi Rumah Sakit Duta Mulya Majenang, terutama pada obat generik oral dengan tingkat penggunaan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokan obat berdasarkan nilai investasi tahunan menggunakan metode klasifikasi ABC serta menentukan jumlah pemesanan optimal pada kelompok obat prioritas menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang didukung oleh perhitungan Safety Stock (SS) dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 192 jenis obat generik oral, kategori A memiliki persentase kumulatif nilai investasi sebesar 79,76% dengan jumlah 25,52% (49 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp919.464.221. Kategori B memiliki persentase kumulatif sebesar 14,6% dengan jumlah 23,96% (46 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp175.068.649. Sementara itu, kategori C memiliki persentase kumulatif sebesar 4,9% dengan jumlah 50,52% (97 jenis obat) dan nilai investasi sebesar Rp58.257.620. Pada obat kategori A dilakukan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap jenis obat memiliki jumlah pemesanan optimal dan frekuensi pemesanan yang berbeda sesuai tingkat kebutuhannya. Sebagai contoh, obat Atorvastatin 20 mg memiliki nilai EOQ sebesar 654 tablet dengan frekuensi pemesanan sebanyak 17 kali per tahun atau sekitar setiap 22 hari sekali. Selain itu, diperoleh nilai Safety Stock sebesar 127 tablet dan Reorder Point sebesar 190 tablet. Total biaya persediaan (TIC) seluruh obat kategori A berdasarkan hasil perhitungan EOQ sebesar Rp7.650.873,56 per tahun. Dengan demikian, penerapan metode ABC, EOQ, SS, ROP, dan TIC dapat membantu rumah sakit dalam menentukan prioritas pengendalian persediaan serta jumlah pemesanan obat yang lebih ekonomis dan terukur.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64117
    Collections
    • Industrial Engineering [3109]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV