| dc.description.abstract | Latar belakang: Stroke iskemik merupakan penyakit dengan angka morbiditas dan
mortalitas yang tinggi. Kompleksitas terapi akibat komorbiditas dan polifarmasi
meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs). Peran apoteker klinis dalam
mengidentifikasi dan mengelola DRPs menjadi penting untuk meningkatkan
rasionalitas terapi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis DRPs dan hubungan
karakteristik pasien dengan kejadian DRPs, serta mendeskripsikan intervensi
apoteker klinis pada pasien stroke iskemik.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional menggunakan
data rekam medis elektronik pasien stroke iskemik periode Januari–Desember
2025. Identifikasi dan klasifikasi DRPs dilakukan berdasarkan PCNE v9.0. Analisis
data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan
bantuan perangkat lunak RStudio dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil: Dari 309 pasien, DRPs ditemukan pada 47 pasien (15,12%) dengan total 58
kejadian. Masalah didominasi oleh domain keamanan (P2.1) berupa kejadian obat
yang merugikan (mungkin) terjadi sebanyak 43 kejadian (74,14%). Penyebab
utama adalah C1.4 kombinasi obat yang tidak tepat sebanyak 38 kejadian (65,52%).
Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien dengan
kejadian DRPs (p>0,05). Intervensi apoteker klinis didominasi oleh konseling
pasien dan edukasi keluarga dengan tingkat penerimaan sebesar 87,04%.
Kesimpulan: Kejadian DRPs pada pasien stroke iskemik tergolong rendah, namun
didominasi oleh masalah keamanan terapi akibat interaksi obat pada kondisi
polifarmasi. Sebagian DRPs memerlukan intervensi langsung seperti penyesuaian
dosis atau penggantian obat, sehingga diperlukan pemantauan klinis intensif untuk
mencegah adverse drug reactions ADR. Penerapan PCNE v9.0 efektif dalam
mengidentifikasi DRPs serta menegaskan pentingnya peran apoteker klinis dalam
optimalisasi terapi. | en_US |