| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen publik terhadap aksi
unjuk rasa 25 Agustus 2025 melalui komentar pada platform YouTube. Mengingat
tingginya kompleksitas bahasa media sosial seperti penggunaan slang dan bahasa
informal, metode klasifikasi deep learning dengan arsitektur Bidirectional Long
Short-Term Memory (Bi-LSTM) dan representasi kontekstual IndoBERT
digunakan untuk memetakan opini masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa persepsi publik didominasi oleh sentimen negatif yang berakar pada
ketidakpuasan finansial dan mosi tidak percaya terhadap lembaga DPR. Klasifikasi
lebih lanjut pada kelas sentimen negatif menjadi kategori negatif ringan dan negatif
kuat terbukti krusial untuk memetakan variasi intensitas emosi, mulai dari kritik
administratif hingga bentuk resistensi ekstrem. Evaluasi model menunjukkan
bahwa metode Bi-LSTM dengan kombinasi unit 64 dan 128 pada layer Bi-LSTM
serta 256 pada dense layer, batch size 32, penghentian pelatihan di epoch 22 (early
stopping dari 30 epoch), dropout 0,3, dan learning rate 0,0001 merupakan
konfigurasi paling optimal. Model ini berhasil mencapai tingkat akurasi sebesar
79,36% dalam mengklasifikasikan data. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan
agar metrik pembobotan pada leksikon khusus terus diperkaya untuk menajamkan
batas ambang prediksi. Selain itu, perluasan rentang waktu pengambilan data
(longitudinal) sangat direkomendasikan untuk memantau efektivitas respons
pemerintah serta siklus pergeseran opini publik secara komprehensif. | en_US |