Show simple item record

dc.contributor.authorIslami, Afif
dc.date.accessioned2026-07-04T07:51:34Z
dc.date.available2026-07-04T07:51:34Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64078
dc.description.abstractPenggunaan obat yang tepat, aman, dan rasional merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien lanjut usia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap permasalahan penggunaan obat (Drug Related Problems/DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab DRPs, menilai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DRPs, serta menganalisis intervensi apoteker dalam penanganan permasalahan pengobatan tersebut di Puskesmas Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional dan pengumpulan data dilakukan secara prospektif terhadap 160 pasien lanjut usia yang memenuhi kriteria inklusi selama periode November 2024 hingga Januari 2025. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara faktor-faktor pasien dan kejadian DRPs, serta dilanjutkan dengan regresi logistik guna mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian DRPs. Faktor-faktor pasien meliputi usia, jenis kelamin, jumlah obat, dan diagnosis penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,3% pasien lanjut usia mengalami DRPs, dengan kategori yaitu ketidakefektifan terapi (62,2%) dan masalah keamanan obat (37,8%). Berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.0, penyebab utama DRPs meliputi durasi pengobatan yang terlalu singkat (27,6%), regimen dosis yang tidak adekuat (22,4%), dan ketiadaan obat di fasilitas pelayanan (17,3%). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor usia (p=0,000; OR=5,945) dan diagnosis penyakit (p=0,034; OR=1,681) berhubungan signifikan dengan kejadian DRPs. Intervensi yang dilakukan oleh apoteker memberikan layanan terapi yang baik, sebesar 88,8% DRPs terselesaikan sepenuhnya (O1) dan 11,2% terselesaikan sebagian (O2) berdasarkan klasifikasi PCNE. Kolaborasi antartenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer senantiasa perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas terapi pasien lanjut usia dengan penyakit kronik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDrug Related Problemsen_US
dc.subjectLanjut Usiaen_US
dc.subjectIntervensi Apotekeren_US
dc.subjectPuskesmasen_US
dc.subjectPCNE V9.0en_US
dc.titleAnalisis Permasalahan Penggunaan Obat pada Pasien Lanjut Usia di Puskesmas Tanjung Raja Kabupaten Ogan Iliren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22924024


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record