Show simple item record

dc.contributor.authorRama, Muhammad Altariza Naswadya
dc.date.accessioned2026-07-01T07:48:12Z
dc.date.available2026-07-01T07:48:12Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63929
dc.description.abstractPT Madubaru (PG – PG) Madukismo merupakan perusahaan agroindustri yang bergerak dibidang pengolahan gula kristal putih dan ethanol di Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses produksi gula melibatkan banyak tahapan yang kompleks. Di balik kompleksitas ini terdapat risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi, terutama di tempat kerja dengan tingkat paparan mesin yang tinggi dan lingkungan kerja yang berubah – ubah. Di Stasiun Gilingan PT Madubaru (PG – PS) Madukismo, pada periode bulan Januari 2025 hingga November 2025 diketahui terjadi 3 kali kecelakaan kerja yaitu pada periode bulan Juli, Agustus, dan November, sehingga perlu adanya identifikasi untuk meminimalisasi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kecelakaan kerja dan memberikan usulan perbaikan di Stasiun Gilingan PT Madubaru (PG – PS) Madukismo. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kecelakaan kerja berdasarkan pada setiap aktivitas produksi di Stasiun Gilingan. Kemudian sebagai metode pendukung FMEA, digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah (root cause) berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) dengan nilai tertinggi. Setelah itu, digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengambil keputusan dalam memilih rekomendasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 potensi kecelakaan kerja pada seluruh aktivitas produksi di Stasiun Gilingan, dan di dapatkan satu potensi kecelakaan kerja yang memiliki nilai RPN tertinggi berdasarkan penilaian severity, occurencce, dan detection yaitu luka bakar akibat nira panas dan air imbibisi pada aktivitas penggilingan tebu dengan nilai RPN sebesar 336, sehingga ditetapkan sebagai risiko dominan yang harus diprioritaskan penanganannya. Metode FTA digunakan untuk mendukung FMEA, dan didapatkan top event yaitu nilai RPN tertinggi, intermediate event, dan basic event, sehingga diketahui akar penyebab masalah hingga paling dasar. Pembobotan AHP bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan terbaik dan didapatkan rekomendasi terbaik yaitu administrative control dengan bobot sebesar 0,484, sehingga dipilih strategi pengendalian risiko yang mudah diterapkan, biaya yang rendah, serta mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pekerja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFMEAen_US
dc.subjectFTAen_US
dc.subjectAHPen_US
dc.subjectManajemen Risikoen_US
dc.subjectKecelakaan Kerjaen_US
dc.subjectStasiun Gilinganen_US
dc.titleIntegrasi Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Mengidentifikasi Faktor Risiko Kecelakaan Kerja serta Usulan Perbaikan di Stasiun Gilingan PT Madubaru (PG – PS) Madukismoen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21522076


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record