• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Integrasi Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Mengidentifikasi Faktor Risiko Kecelakaan Kerja serta Usulan Perbaikan di Stasiun Gilingan PT Madubaru (PG – PS) Madukismo

    Thumbnail
    View/Open
    21522076.pdf (3.178Mb)
    Date
    2026
    Author
    Rama, Muhammad Altariza Naswadya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT Madubaru (PG – PG) Madukismo merupakan perusahaan agroindustri yang bergerak dibidang pengolahan gula kristal putih dan ethanol di Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses produksi gula melibatkan banyak tahapan yang kompleks. Di balik kompleksitas ini terdapat risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi, terutama di tempat kerja dengan tingkat paparan mesin yang tinggi dan lingkungan kerja yang berubah – ubah. Di Stasiun Gilingan PT Madubaru (PG – PS) Madukismo, pada periode bulan Januari 2025 hingga November 2025 diketahui terjadi 3 kali kecelakaan kerja yaitu pada periode bulan Juli, Agustus, dan November, sehingga perlu adanya identifikasi untuk meminimalisasi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kecelakaan kerja dan memberikan usulan perbaikan di Stasiun Gilingan PT Madubaru (PG – PS) Madukismo. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kecelakaan kerja berdasarkan pada setiap aktivitas produksi di Stasiun Gilingan. Kemudian sebagai metode pendukung FMEA, digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah (root cause) berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) dengan nilai tertinggi. Setelah itu, digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengambil keputusan dalam memilih rekomendasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 potensi kecelakaan kerja pada seluruh aktivitas produksi di Stasiun Gilingan, dan di dapatkan satu potensi kecelakaan kerja yang memiliki nilai RPN tertinggi berdasarkan penilaian severity, occurencce, dan detection yaitu luka bakar akibat nira panas dan air imbibisi pada aktivitas penggilingan tebu dengan nilai RPN sebesar 336, sehingga ditetapkan sebagai risiko dominan yang harus diprioritaskan penanganannya. Metode FTA digunakan untuk mendukung FMEA, dan didapatkan top event yaitu nilai RPN tertinggi, intermediate event, dan basic event, sehingga diketahui akar penyebab masalah hingga paling dasar. Pembobotan AHP bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan terbaik dan didapatkan rekomendasi terbaik yaitu administrative control dengan bobot sebesar 0,484, sehingga dipilih strategi pengendalian risiko yang mudah diterapkan, biaya yang rendah, serta mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pekerja.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63929
    Collections
    • Industrial Engineering [3109]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV