Analisis Pengaruh Dana Keistimewaan Terhadap Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Daerah
Istimewa Yogyakarta. Meskipun berstatus sebagai daerah istimewa dan memperoleh
alokasi Dana Keistimewaan, permasalahan kesejahteraan masyarakat, khususnya tingkat
kemiskinan, tetap memerlukan perhatian yang serius. Dana Keistimewaan diharapkan
mampu memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendorong penurunan angka
kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Dana Keistimewaan
(DAIS), dana transfer pemerintah pusat yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU),
Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH), serta variabel ekonomi
lainnya seperti investasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran terbuka
(TPT) terhadap tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY selama periode 2017–
2024. Data yang digunakan berupa data panel dengan lima unit cross-section dan delapan
periode waktu pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan
pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow. Hasil
estimasi menunjukkan bahwa Dana Keistimewaan (DAIS) dan Dana Alokasi Khusus
(DAK) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Artinya,
peningkatan kedua jenis dana tersebut cenderung diikuti oleh penurunan angka
kemiskinan. Sebaliknya, Dana Alokasi Umum (DAU) dan pertumbuhan ekonomi
memiliki arah pengaruh negatif, namun tidak signifikan secara statistik. Sementara itu,
Dana Bagi Hasil (DBH) dan investasi justru berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kemiskinan, sedangkan TPT berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini
menunjukkan bahwa instrumen fiskal daerah, khususnya Dana Keistimewaan dan DAK,
relatif lebih efektif dalam menekan kemiskinan dibandingkan variabel ekonomi makro
lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu terus mengoptimalkan pemanfaatan
Dana Keistimewaan dan DAK agar lebih tepat sasaran. Selain itu, evaluasi terhadap
pengelolaan DBH serta arah investasi juga diperlukan agar kebijakan yang diambil lebih
inklusif dan benar-benar mendukung pengurangan kemiskinan.
Collections
- Economics [2656]
