• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Dana Keistimewaan Terhadap Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    22313052.pdf (1.937Mb)
    Date
    2026
    Author
    Salsabila, Davina
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun berstatus sebagai daerah istimewa dan memperoleh alokasi Dana Keistimewaan, permasalahan kesejahteraan masyarakat, khususnya tingkat kemiskinan, tetap memerlukan perhatian yang serius. Dana Keistimewaan diharapkan mampu memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendorong penurunan angka kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Dana Keistimewaan (DAIS), dana transfer pemerintah pusat yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH), serta variabel ekonomi lainnya seperti investasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY selama periode 2017– 2024. Data yang digunakan berupa data panel dengan lima unit cross-section dan delapan periode waktu pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Dana Keistimewaan (DAIS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Artinya, peningkatan kedua jenis dana tersebut cenderung diikuti oleh penurunan angka kemiskinan. Sebaliknya, Dana Alokasi Umum (DAU) dan pertumbuhan ekonomi memiliki arah pengaruh negatif, namun tidak signifikan secara statistik. Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) dan investasi justru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan TPT berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen fiskal daerah, khususnya Dana Keistimewaan dan DAK, relatif lebih efektif dalam menekan kemiskinan dibandingkan variabel ekonomi makro lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Keistimewaan dan DAK agar lebih tepat sasaran. Selain itu, evaluasi terhadap pengelolaan DBH serta arah investasi juga diperlukan agar kebijakan yang diambil lebih inklusif dan benar-benar mendukung pengurangan kemiskinan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63928
    Collections
    • Economics [2656]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV