Show simple item record

dc.contributor.authorKurniasih, Fatimah Intan
dc.date.accessioned2026-07-01T04:26:27Z
dc.date.available2026-07-01T04:26:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63896
dc.description.abstractTingginya angka kejadian infeksi di Unit Perawatan Intensif (ICU) menyebabkan penggunaan antibiotik yang tinggi, yang apabila tidak rasional dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil penggunaan antibiotik kategori AwaRe dengan matrik DDD/100 hari rawat, pola resistensi antibiotik, gambaran rasio penggunaan antibiotik di Unit Perawatan (ICU) Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan rasio PDD/DDD. Selain itu juga menganalisis hubungan antara rasio PDD/DDD dengan resistensi antibiotik, rasio PDD/DDD dengan mortalitas pasien, serta profil kategori AWaRe dengan resistensi antibiotik. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan deskriptif analitik yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien ICU periode 2023–2024 di rumah sakit di Indonesia dan Malaysia. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan dengan metode DDD/100 hari rawat serta rasio PDD/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe didominasi oleh kategori Watch dengan persentase >60% pada pasien pneumonia dan sepsis di kedua rumah sakit. Tingkat resistensi antibiotik di ICU tergolong tinggi terutama terhadap golongan beta-laktam dan fluoroquinolone pada bakteri Acinetobacter baumannii, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Pseudomonas sp., dengan persentase resistensi lebih dari 50%. Analisis rasio PDD/DDD menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah sesuai dengan dosis standar World Health Organization, meskipun beberapa antibiotik seperti ampicillin-sulbactam, ceftriaxone, cefepime, dan cefazolin digunakan melebihi nilai DDD. Hasil uji statistik dengan pearson pada aplikasi Rstudio menunjukkan adanya hubungan positif yang bermakna secara statistik antara kategori rasio PDD/DDD dengan tingkat resistensi antibiotik di rumah sakit Indonesia (r = 0,192; p < 0,001) dan Malaysia (r = 0,348; p < 0,001). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kategori rasio PDD/DDD dengan mortalitas pasien, baik di Malaysia (r = 0,001; p = 0,975) maupun di Indonesia (r = -0,008; p = 0,844), sehingga kesesuaian dosis antibiotik berdasarkan standar DDD tidak terbukti menjadi faktor penentu mortalitas pada kedua populasi yang diteliti. Penggunaan antibiotik reserve dan dosis tinggi melebihi standar WHO berpotensi meningkatkan kejadian resistensi. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik perlu memperhatikan rasionalitas dan ketepatan dosis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntibiotiken_US
dc.subjectDefined Daily Doseen_US
dc.subjectPrescribed Daily Doseen_US
dc.subjectResistensi Antibiotiken_US
dc.subjectICUen_US
dc.titleEvaluasi Penggunaan Antibiotik di ICU: Studi Perbandingan antara Rumah Sakit di Indonesia dan Malaysiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24924008


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record