• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik di ICU: Studi Perbandingan antara Rumah Sakit di Indonesia dan Malaysia

    Thumbnail
    View/Open
    24924008.pdf (2.400Mb)
    Date
    2026
    Author
    Kurniasih, Fatimah Intan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tingginya angka kejadian infeksi di Unit Perawatan Intensif (ICU) menyebabkan penggunaan antibiotik yang tinggi, yang apabila tidak rasional dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil penggunaan antibiotik kategori AwaRe dengan matrik DDD/100 hari rawat, pola resistensi antibiotik, gambaran rasio penggunaan antibiotik di Unit Perawatan (ICU) Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan rasio PDD/DDD. Selain itu juga menganalisis hubungan antara rasio PDD/DDD dengan resistensi antibiotik, rasio PDD/DDD dengan mortalitas pasien, serta profil kategori AWaRe dengan resistensi antibiotik. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan deskriptif analitik yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien ICU periode 2023–2024 di rumah sakit di Indonesia dan Malaysia. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan dengan metode DDD/100 hari rawat serta rasio PDD/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe didominasi oleh kategori Watch dengan persentase >60% pada pasien pneumonia dan sepsis di kedua rumah sakit. Tingkat resistensi antibiotik di ICU tergolong tinggi terutama terhadap golongan beta-laktam dan fluoroquinolone pada bakteri Acinetobacter baumannii, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Pseudomonas sp., dengan persentase resistensi lebih dari 50%. Analisis rasio PDD/DDD menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah sesuai dengan dosis standar World Health Organization, meskipun beberapa antibiotik seperti ampicillin-sulbactam, ceftriaxone, cefepime, dan cefazolin digunakan melebihi nilai DDD. Hasil uji statistik dengan pearson pada aplikasi Rstudio menunjukkan adanya hubungan positif yang bermakna secara statistik antara kategori rasio PDD/DDD dengan tingkat resistensi antibiotik di rumah sakit Indonesia (r = 0,192; p < 0,001) dan Malaysia (r = 0,348; p < 0,001). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kategori rasio PDD/DDD dengan mortalitas pasien, baik di Malaysia (r = 0,001; p = 0,975) maupun di Indonesia (r = -0,008; p = 0,844), sehingga kesesuaian dosis antibiotik berdasarkan standar DDD tidak terbukti menjadi faktor penentu mortalitas pada kedua populasi yang diteliti. Penggunaan antibiotik reserve dan dosis tinggi melebihi standar WHO berpotensi meningkatkan kejadian resistensi. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik perlu memperhatikan rasionalitas dan ketepatan dosis.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63896
    Collections
    • Master of Pharmacy [52]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV