Estimasi Risiko Kerugian Banjir Menggunakan Catastrophe Model dengan Pemodelan Dependensi Spasial Kedalaman Banjir Berbasis Copula di Kabupaten Kudus
Abstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan
berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, khususnya pada sektor
permukiman. Kabupaten Kudus termasuk wilayah rawan banjir akibat topografi
dataran rendah, kepadatan penduduk, dan keberadaan jaringan sungai utama.
Penelitian ini bertujuan mengestimasi risiko kerugian banjir pada bangunan
permukiman di Kabupaten Kudus menggunakan pendekatan catastrophe model
dengan pemodelan dependensi spasial kedalaman banjir berbasis copula. Data yang
digunakan berupa kejadian banjir dan kedalaman genangan periode Januari 2015
hingga Maret 2025. Metode meliputi pemodelan hazard melalui analisis
probabilistik, pemodelan dependensi spasial menggunakan copula, serta estimasi
kerugian berbasis fungsi depth–damage dan simulasi Monte Carlo. Estimasi
dilakukan menggunakan dua pendekatan exposure, yaitu proporsi desa terdampak
dan indeks kerawanan berbasis luas wilayah berpotensi banjir. Hasil menunjukkan
adanya dependensi spasial antar kecamatan yang tidak sepenuhnya dapat ditangkap
oleh korelasi biasa. Model independen menghasilkan expected aggregate loss
sebesar Rp1,05 triliun dan Rp1,79 triliun, sedangkan model dependen
menghasilkan Rp1,62 triliun dan Rp2,62 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan
sebesar 54,29% dan 46,37%. Peningkatan terbesar terjadi di Kecamatan Jekulo.
Hasil ini menunjukkan bahwa pengabaian dependensi spasial berpotensi
menyebabkan underestimation risiko kerugian banjir. Metode copula memberikan
estimasi risiko yang lebih menyeluruh dan realistis.
Collections
- Statistics [1327]
