Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Dini Adinda
dc.date.accessioned2026-06-30T04:53:55Z
dc.date.available2026-06-30T04:53:55Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63852
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis kerja sama energi Jepang-Australia pada periode 2022- 2025 dalam perspektif Strategic Hedging. Perubahan dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap pasar energi global mendorong Jepang untuk memperkuat keamanan energi nasional. Dalam konteks tersebut, kerja sama energi dengan Australia menjadi salah satu strategi Jepang untuk mengelola risiko ketidakpastian pasokan energi serta menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif yang didasarkan pada data sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, serta literatur akademik yang relevan. Kerangka Strategic Hedging oleh Cheng-Chwee Kuik digunakan untuk menganalisis penerapan risk-contingency options dan return-maximizing options dalam kerja sama energi Jepang-Australia, khususnya dalam sektor LNG serta pengembangan energi hidrogen dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama energi tersebut tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencerminkan strategi Jepang dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIndo-Pasifiken_US
dc.subjectJepang-Australiaen_US
dc.subjectKeamanan Energien_US
dc.subjectKerja Sama Energien_US
dc.subjectStrategic Hedgingen_US
dc.titleStrategic Hedging Jepang Dalam Kerja Sama Energi dengan Australia Tahun 2022-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22323297


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record