Strategic Hedging Jepang Dalam Kerja Sama Energi dengan Australia Tahun 2022-2025
Abstract
Penelitian ini menganalisis kerja sama energi Jepang-Australia pada periode 2022-
2025 dalam perspektif Strategic Hedging. Perubahan dinamika geopolitik di
kawasan Indo-Pasifik, meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan
Tiongkok, serta dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap pasar energi global
mendorong Jepang untuk memperkuat keamanan energi nasional. Dalam konteks
tersebut, kerja sama energi dengan Australia menjadi salah satu strategi Jepang
untuk mengelola risiko ketidakpastian pasokan energi serta menjaga stabilitas
pasokan energi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis deskriptif yang didasarkan pada data sekunder berupa dokumen
resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, serta literatur akademik yang
relevan. Kerangka Strategic Hedging oleh Cheng-Chwee Kuik digunakan untuk
menganalisis penerapan risk-contingency options dan return-maximizing options
dalam kerja sama energi Jepang-Australia, khususnya dalam sektor LNG serta
pengembangan energi hidrogen dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kerja sama energi tersebut tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencerminkan
strategi Jepang dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik sekaligus memperkuat
ketahanan energi nasional.
Collections
- International Relations [1021]
