Show simple item record

dc.contributor.authorAzzahra, Fatma
dc.date.accessioned2026-06-30T03:31:18Z
dc.date.available2026-06-30T03:31:18Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63843
dc.description.abstractIndonesia memanfaatkan partisipasi dalam pameran Internationale Tourismus- Börse (ITB) Berlin 2023–2025 sebagai sarana diplomasi budaya untuk mempromosikan pariwisata pascapandemi Covid-19 dengan menyesuaikan tren global seperti pariwisata berkelanjutan dan destinasi super prioritas. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi budaya Villanueva (2018) melalui enam aspek: agent/reception, instrumentality, security, speciality, directionality, dan state/corporate financing. Hasil penelitian menunjukkan praktik diplomasi yang inklusif dan kolaboratif antara aktor negara dan non negara, dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai fasilitator utama. Brand “Wonderful Indonesia” berfungsi sebagai alat pemasaran, media pengaruh, dan sarana pertukaran budaya. Diplomasi dilakukan secara dua arah melalui pemanfaatan ruang publik dan paviliun pameran. Pembiayaan melibatkan negara dan swasta. Meskipun promosi destinasi belum merata, diplomasi budaya ini berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, hubungan internasional, serta penguatan identitas budaya nasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiplomasi Budayaen_US
dc.subjectITB Berlinen_US
dc.subjectPromosi Pariwisataen_US
dc.subjectWonderful Indonesiaen_US
dc.titleDiplomasi Budaya dalam Promosi Pariwisata Indonesia di Pameran Internationale Tourismus-borse (ITB) Berlin Tahun 2023-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323205


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record