Diplomasi Budaya dalam Promosi Pariwisata Indonesia di Pameran Internationale Tourismus-borse (ITB) Berlin Tahun 2023-2025
Abstract
Indonesia memanfaatkan partisipasi dalam pameran Internationale Tourismus-
Börse (ITB) Berlin 2023–2025 sebagai sarana diplomasi budaya untuk
mempromosikan pariwisata pascapandemi Covid-19 dengan menyesuaikan tren
global seperti pariwisata berkelanjutan dan destinasi super prioritas. Penelitian ini
menggunakan teori diplomasi budaya Villanueva (2018) melalui enam aspek:
agent/reception, instrumentality, security, speciality, directionality, dan
state/corporate financing. Hasil penelitian menunjukkan praktik diplomasi yang
inklusif dan kolaboratif antara aktor negara dan non negara, dengan Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai fasilitator utama. Brand “Wonderful
Indonesia” berfungsi sebagai alat pemasaran, media pengaruh, dan sarana
pertukaran budaya. Diplomasi dilakukan secara dua arah melalui pemanfaatan
ruang publik dan paviliun pameran. Pembiayaan melibatkan negara dan swasta.
Meskipun promosi destinasi belum merata, diplomasi budaya ini berdampak pada
peningkatan kunjungan wisatawan, hubungan internasional, serta penguatan
identitas budaya nasional.
Collections
- International Relations [1021]
